4 Season

4 Season

  • WpView
    Reads 3,542
  • WpVote
    Mga Boto 55
  • WpPart
    Mga Parte 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Fri, Jul 12, 2019
WpInfo
Fanfic
Musim gugur yang mengharapkan musim panas ada didalam hidupnya lagi. Mencoba memeluk musim panas yang dengan keras menolak musim gugur itu sendiri. Musim semi yang selalu ada untuk musim panas dan menantikan musim panas menjadi bagian hidupnya. Musim dingin yang tak menginginkan musim panas ada di hidupnya. Musim panas yang dapat mencairkan es yang ia punya secara perlahan-lahan. Musim panas yang mencoba melupakan musim gugur yang telah memberi goresan yang sangat dalam dan mencoba tidak menghiraukan musim semi yang menginginkan ia menjadi bagian dari musim semi. Musim panas yang mencoba memberi kahangatan kepada musim dingin yang enggan untuk ia beri kehangatan... Dimanakah musim panas akan berlabuh? Apakah ia akan kembali pada musim gugur? Apakah ia akan menerima musim semi? Atau Ia akan berjuang untuk mendapatkan musim dingin yang beku itu? ** Copyrigth© Queencerry 2016
All Rights Reserved
#75
sestal
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Cinta Dalam Mekarnya Bunga
  • [END] Eternal Crystal
  • My Candy
  • Kisah Semusim
  • Winter Glow
  • KAIREL [END]
  • Kalaya [END]
  • Secret You || 2028 - SEQUEL

Lila percaya bahwa cinta mirip bunga. Ia tak bisa dipaksakan untuk tumbuh. Ia butuh waktu, kehangatan, dan keberanian untuk mekar di tengah dunia yang kadang terlalu dingin. Hidup Lila selama ini sederhana, tenang, seperti angin pagi di antara deretan bunga matahari yang menghadap ke timur. Sejak kecil, ia hidup berdampingan dengan warna-warni kelopak dan wangi tanah basah. Ia merawat bunga seperti merawat dirinya sendiri-penuh kelembutan, tapi juga penuh kehati-hatian. Namun, ketenangan itu perlahan mulai retak ketika ia bertemu Arka. Arka datang seperti angin musim gugur: dingin, tak terduga, dan membawa sesuatu yang membuat dedaunan gugur satu per satu. Ia bukan pria yang datang dengan tawa lebar atau kata-kata manis. Ia hadir dengan sorot mata yang tajam, langkah yang berat, dan diam yang penuh rahasia. Lila bisa merasakannya-ada beban yang dibawa pria itu, sesuatu dari masa lalunya yang belum selesai. Pertemuan mereka terjadi begitu saja. Tanpa rencana, tanpa aba-aba. Arka sedang mencari bunga untuk seseorang yang telah tiada. Lila, seperti biasa, tengah menyusun rangkaian bunga mawar putih di toko kecil peninggalan ibunya. Tak ada yang istimewa, kecuali cara Arka menatap bunga seolah sedang berbicara pada sesuatu yang tak terlihat. Dan sejak saat itu, dunia Lila mulai berubah. Perlahan, kehadiran Arka menjadi bagian dari hari-harinya. Mereka tak banyak bicara, tapi diam mereka saling memahami. Lila menemukan kehangatan di balik dinginnya sikap Arka, dan Arka menemukan ketenangan dalam mata Lila yang jujur. Tapi cinta yang tumbuh di antara mereka bukanlah cinta yang mudah. Ia datang membawa ujian, luka lama, dan pertanyaan-pertanyaan yang tak selalu punya jawaban. Karena Arka tidak datang dengan hati yang utuh. Dan Lila bukan gadis yang bisa mencinta setengah-setengah. Mereka seperti dua bunga yang mekar di musim berbeda-saling mendekat, tapi takut layu sebelum waktunya.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman