FLOWERS IN MUNICH

FLOWERS IN MUNICH

  • WpView
    Reads 8,732
  • WpVote
    Votes 565
  • WpPart
    Parts 72
WpMetadataReadComplete Wed, Dec 31, 2025
WpInfo
Fiction
Mystery
Conspiracy
Detective and Police
Murder
Ini adalah kisah Ellard Lugner, seorang pemuda yang mendekati seorang gadis demi menemukan jawaban atas kecelakaan misterius yang merenggut nyawa ibunya. Di sisi lain, Zahwa Putri Bakker datang jauh dari Indonesia untuk memulai hidup baru di München setelah ayahnya menerima tawaran pekerjaan di Jerman. Namun tanpa ia sadari, kedatangannya justru membawanya pada masa lalu keluarganya yang belum benar-benar usai. Takdir mempertemukan mereka dalam satu tujuan. Namun semakin dekat hubungan mereka, semakin sulit bagi Ellard membedakan antara menjalankan misinya dan mempertahankan seseorang yang mulai berarti dalam hidupnya.
All Rights Reserved
#12
diaspora
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Saranjana [END]
  • REZZA
  • Takdir Yang Terbentuk
  • ARKALYA (END)
  • AURA
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Kelas A [End]
  • Putih Abu Abu (BxB)
  • Mystro {On Going}

Bercerita tentang kehidupan seorang anak dari keluarga blasteran Jerman-Tionghoa yang miskin, ia memiliki cara pandang yang berbeda terhadap dunia sejak dirinya masih kecil, tepatnya di bangku Sekolah Dasar. Di bangku dasar, ia menghadapi kenyataan pahit tentang lingkungan sekitarnya, yaitu pengucilan dan perundungan. Di lingkungan rumah, keluarganya mengalami pengucilan oleh warga sekitar karena diri mereka yang berbeda. Di sekolah pun juga, teman-teman di sekitarnya termasuk dirinya banyak yang mengalami perundungan oleh para siswa nakal. Setelah melalui lamanya masa penindasan sedari kelas 1 SD, akhirnya dirinya mulai bertindak serius untuk mengadakan perlawanan terhadap para perundung itu. Ia pun mempersatukan semua temannya yang tertindas untuk melawan perundungan di sekolah itu dan menunjukkan bahwa minoritas bukanlah suatu kekurangan. Ia ingin menunjukkan bahwa menjadi minoritas bukan berarti mereka lemah. Namun, cara yang digunakan anak itu sangat ekstrem. Karena memang dirinya mempunyai pandangan yang berbeda dengan orang lain. Dari situlah dirinya mulai berkembang menjadi apa yang ada pada dirinya sendiri, tetapi hal itu jugalah yang merupakan gangguan yang dimilikinya... Melampaui batasan-batasan moral, dirinya mengalami konflik emosional yang dilematis. Cara yang baik dan jahat. Manakah jalan yang ia pilih?

More details
WpActionLinkContent Guidelines