syifa pernah berada di titik paling rapuh dalam hidupnya. Dikhianati oleh keadaan, kehilangan orang yang ia percaya, dan berkali-kali jatuh hingga merasa dunianya runtuh perlahan. Senyumnya menghilang, harapannya memudar, bahkan dirinya sendiri terasa asing di matanya. Namun, di balik air mata yang tak pernah diketahui siapa pun, Imaya memilih bertahan. Ia belajar bahwa hancur bukan berarti selesai. Luka memang meninggalkan bekas, tetapi tidak semua bekas harus menjadi akhir dari segalanya. Dengan doa yang tak pernah putus dan hati yang terus mencoba kuat, Imaya bangkit sedikit demi sedikit. Ia membuktikan bahwa seorang wanita bisa tetap tegar meski hidup berkali-kali menjatuhkannya. Karena terkadang, perempuan yang paling kuat adalah mereka yang pernah paling hancur-tetapi tetap memilih untuk tidak menyerah. 🤍
More details