A B A D I

A B A D I

  • WpView
    Reads 235
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2019
"Gelap itu menghantuiku. Membutakanku dari seberkas cahaya. Entah kesunyian apa yang menetap dalam realitaku---aku hanya ingin bertanya, dimana terang berada?" "Di sini ramai, oleh hiruk pikuk yang menggetarkan. Namun tawa tak kan lagi berarti karena duka kan selalu menyelimuti. Sekuat apapun kamu menyibaknya ia akan selalu merengkuhmu, wahai putih." Tidak perlu dibaca, bukan apa-apa hanya tulisan menggambarkan kegelisahan seorang perempuan introvert yang semua rasa ia genggam akan abadi, bersama abadi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diam
  • Lost in Your Mysterious Feeling [ TAMAT ]
  • SAJAK MENGAJAK TERBAHAK BAHAK
  • Lembut Seperti Doa
  • Aksara Tak Bertuan
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • Menebus Mimpi
  • Ruang Kosong di Antara Jingga
Diam

Diam bukan berarti bungkam Karena diamku berontak Karena diamku menolak Karena diamku menanti Karena dengan diam, aku meminta izin pergi **** Tak memaksa membaca, sebab bacaan perihal rasa Bila sudah nyaman Tetap posisikan pada zona aman Jika mendapat makna yang membekas, tak perlu menyelesaikan lekas-lekas Bila kopimu dingin menunggu, sungguh aku tak bermaksud begitu Baiklah, ucap pamitku agar tak pekat bosanmu --SajakDN

More details
WpActionLinkContent Guidelines