Five.teen

Five.teen

  • WpView
    Reads 306
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 1, 2016
Dia kembali, luka yang sekian lama kututup dengan harapan yang baru. Menorehkan kembali luka yang belum mengering. Meninggalkan janji-janji yang tak pernah pasti. Dia, harapan yang baru. Memberi setitik kebahagiaan, namun meninggalkan luka terdalam. Aku, wanita yang tak pernah lepas dari bayang-bayang masa lalu. Kini menemukan harapan yang baru
All Rights Reserved
#529
kepergian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • Senja Dipenghujung Desember
  • Memori Luka Seorang Ikhwan
  • Not Mine (Ending)
  • [Bukan] Cinta Pertama
  • AKU ADALAH AKU: Bukan Dia Seperti Yang Kau Puja (END)
  • you again ✔
  • Teruntuk Luka [Completed]
  • K H I A N A T

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines