Hold On
  • WpView
    Reads 178
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 29, 2017
"You will always be my favorite what if" --- "Gue jadi takut jatuh cinta lagi, Ken." Kenzo spontan kembali membalikkan badannya menghadap Laura, "Why?" "I fall too harder and I'm lost. Waktu gue benar-benar ditinggal dengan alasan yang sampai saat ini ngga pernah gue ngerti. Gue benar-benar kayak jalan di lorong yang sepi, gelap, gue hilang arah. Susah buat bangkit dan tau jalan pulang lagi." Kenzo mengacak rambut Laura sekilas, lalu tersenyum, "Waktu itu kan ngga ada gue, eh belum ada gue maksudnya. Sekarang, kalau lo ngga tau jalan pulang lagi, lo bisa panggil gue dan gue bakalan jemput lo dimanapun dan kapanpun itu, cuman untuk bikin lo sadar. Lagian, kenapasih lo ngga pakai peta dora aja? Kan peta dora tau semuanya tuh." Kenzo mengangkat alisnya, lalu membuat gerakan naik turun sambil menggoda Laura. "Orang bego mah gitu, gabisa diajak serius!" "Ra" "Apaan?" "Kencan yuk"
All Rights Reserved
#152
kenzo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secrets and Agreements
  • KENSA [TAMAT]
  • Alkenio
  • ||Perjodohan||✓
  • LEORA (New Version)
  • Can We?
  • LDR
  • Ellara Le Runa
  • My Boy Friend [SELESAI]

Young Adult. Menjalani kehidupan sebagai seorang lady escort, bukanlah pilihan yang diinginkan Jean. Semuanya ia lakukan demi melunasi hutang yang ditinggalkan oleh almarhum ayahnya. Tak ada seorang pun yang mengetahui pekerjaannya termasuk ibu dan Nala, sahabat baiknya serta Arkan, kekasihnya. Hingga suatu hari, Benzana, cowok yang terkenal dengan kenakalan serta otaknya yang mesum itu memergoki Jean saat sedang bekerja. Membuat Jean bingung. Benzana, cowok yang notabene kekasih Nala itu mengetahui rahasia terbesarnya. "Cukup turutin kemauan gue, maka rahasia lo akan aman," ujar Benzana sembari menyunggingkan senyum smirk. Jean menatap tajam ke arah Benzana. "Jangan main-main sama gue, Ben." Benzana mendengus pelan. Kemudian tertawa sinis. "Harusnya lo yang jangan main-main sama gue, Jean." Kemudian cowok itu berjalan meninggalkan Jean yang menatapnya dengan sorot mata berapi-api. Namun langkahnya terhenti. "Ngomong-ngomong, badan lo oke juga," ujarnya tanpa membalikkan badan lalu kembali melanjutkan langkahnya yang tertunda. Bangsat!

More details
WpActionLinkContent Guidelines