Shattered Letter

Shattered Letter

  • WpView
    Leituras 134
  • WpVote
    Votos 9
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, jul 28, 2016
Surat balasan dari Papa tak kunjung datang. Dan suatu hari, Papa membalas suratku dengan ajaibnya. Dia bilang, aku baru bisa menemuinya kalau aku mau mengikuti permainannya. Katanya, ini adalah permainan petak umpet terhebatnya! Aku harap Papa tidak sedang mengerjaiku karena aku akan mengejarnya. Story and Illustration(c) Fathrui99
Todos os Direitos Reservados
#34
low-fantasy
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • sraddah (on going)
  • Sehari Untuk Selamanya
  • Hai, Kak! (END)
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • LOST IN LONDON
  • A R S E A N A
  • The World That I Know
  • New Possessive Family
  • My Horror •Irror•

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo