SAJAK SENJA

SAJAK SENJA

  • WpView
    Leituras 77,593
  • WpVote
    Votos 1,043
  • WpPart
    Capítulos 44
WpMetadataReadConcluída sex, fev 16, 2024
Hanya sebuah rangkaian kata yang mungkin sudah berdebu, lama, dan menjadi kenangan. Waktu terus berjalan dan kita tak punya pilihan selain tetap terus menjalani hidup. -Jangan pernah simpulkan apapun jika kamu tak benar mengetahuinya - Catatan : MOHON untuk pembaca setia dan pengapresiasi karya saya jika ingin menshare atau mengambil untuk kepentingan pribadi silakan saya perbolehkan dengan catatan tetap sertakan NAMA PEMBUAT dan jika untuk motivasi membuat karya boleh dimodifikasi. Saya menghormati pembaca sekalian dan sangat berterima kasih atas apresiasinya namun apabila ada MENJIPLAK karya seseorang rasanya sedih dan bukan suatu bentuk apresiasi. Jadi saya HARAP sesama penulis yang masih sama-sama belajar dan penyuka sastra dapat saling menghormati. Terima kasih #Reita Elaleis.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Aksara Tak Bertuan
  • CERPEN (END)
  • Jatuh Cinta itu Luka
  • Telatkah Kukatakan Ana Uhibbuka Fillah (Sudah Terbit)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • I'M NOT FINE (TAMAT)
  • Biru Milikku ✔
  • Cinta Berbalut Puisi

Di sini, tak semua kata harus rapi, tak semua rasa harus dijelaskan. Aksara Tak Bertuan adalah kumpulan puisi yang menggambarkan segala yang terbuang, tersembunyi, dan terlupakan, dari luka yang memar, cinta yang tak pernah cukup, hingga amarah yang membakar jiwa. Di antara harapan yang terkikis, ada kejujuran yang sulit diungkapkan, korupsi yang merusak keadilan, dan sindiran tentang dunia politik yang kadang lebih mirip drama sinetron daripada kenyataan. 🎭 Dari ketidakpastian hingga kebenaran yang terlupakan, Aksara Tak Bertuan menyajikan sebuah kekacauan yang justru memberi kebebasan. Di sini, tidak ada yang terlalu lurus, tak ada yang terlalu indah, hanya kata yang menari liar, bebas dari aturan dan batas. Catatan penting: Jangan dijiplak, ya. Nanti aksaranya ngamuk, lompat dari kertas, terus nendang-nendang inspirasimu! 😜✨ Berkaryalah dengan hati, biar karyamu punya nyawa sendiri, bukan cuma bayangan dari karya orang lain. Kalau gagal? Nggak apa-apa, yang penting nggak nyontek! 💪 Disclaimer: Puisi ini random banget, tergantung isi hati, pemikiran, dan mood penulis. Jadi, kalau tiba-tiba ada puisi galau di tengah-tengah puisi yang lucu, jangan kaget! Penulisnya kadang nulis sambil merenung, kadang sambil ngemil mie instan. Hasilnya? Ya begini, aksara rasa bumbu spesial, dan ya... Kadang ada keresahan penulis soal dunia. Kadang ada tentang cinta, kadang ada tentang harga cabai naik, kadang juga ada tentang pemilu yang bikin pusing. 🤷‍♀️ Penulisnya bebas banget Kalau lagi galau, puisinya nangis. Kalau lagi lapar, puisinya ngomongin keadilan sosial buat semua perut! 🍜✊ Warning: Puisi ini isinya sangat berat, jadi yang baca jangan baperan, ya. Kalau tiba-tiba galau atau tersinggung, itu artinya puisinya kena di hati kamu. Jangan salahin penulisnya, salahin perasaanmu sendiri! 😜❤️ Apalagi kalau udah berbau agama atau politik, hati-hati kalau tiba-tiba merasa disindir. Ingat, ini puisi, bukan kode keras buat hidup kamu! 😉✨

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo