Story cover for "Sebatas Mimpi" by keyziaa
"Sebatas Mimpi"
  • WpView
    Reads 502
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 502
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 5
Complete, First published Jun 26, 2016
Nano- Sebatas Mimpi~


[[Mencoba meraihnya jauh disana, menggapainya dengan sekuat tenaga, mencari cara untuk tetap bersama, hingga akhirnya harus berbagi dan memilih pergi, mensyukuri indahnya semesta, langit biru berkumpul seakan memperkuat kisah, peranan seolah nyata,dan seperti ada.
Bungkam beribu bahasa, menelan pahitnya drama.]]


Mengagumimu secara diam tak berkutik, mengikuti arus bagai ikan mati, melangkah bertopang tongkat, bak wanita tua tak tau arah, terhanyut kemudian mengapung lalu terdampar, miris-
All Rights Reserved
Sign up to add "Sebatas Mimpi" to your library and receive updates
or
#2radian
Content Guidelines
You may also like
Don't Talk About Money by catheryn99
55 parts Complete
Pernah ga sih? Kalian sekelas sama anak beasiswa yang ganteng banget, pinter banget, tapi juga sombong banget. Padahal dia tuh miskin banget :( Bukannya Irin judging nih, tapi pernah sekali waktu dia sekelompok sama Tama dan maksa buat kerkel di rumahnya untuk tugas akhir mata kuliah Bahasa Indonesia, dan Irin baru tahu, ternyata di Jakarta masih ada ya rumah yang base nya dari kayu tanpa di semen. Letaknya dalam gang kumuh yang bau sampahnya kemana-mana. Tapi jujurly, kalian ga bakal lihat Tama seperti lingkungannya itu, walau dia juga ikut milah sampah yang bisa di daur ulang atau bisa dijual lagi sama bapaknya, semua hal ini yang mendukung Tama mendapat beasiswa untuk berkuliah di universitas terbaik, di tempat yang sama dengan Irin, lewat jalur surat keterangan tidak mampu. Tapi Irin sangat kagum sama Tama, bukan karena wajahnya aja yang tampan, walau hidup Tama terlihat jauh lebih susah dari Irin yang turun naik Jazz ke kampus, Tama ga pernah sekalipun terlihat mengeluh, ga kaya Irin yang perasaan hidupnya ngeluh mulu, malah pinter juga masih pinteran Tama, makanya Irin suka sama Tama, kalo kata Irin sih suka aja, ga yang gimana-gimana, tapi Irin tuh jadi suka ngintilin Tama, minta sekelompok sama Tama, minta diajarin Tama, mau makan bareng Tama atau bawain bahkan beliin Tama makanan, nawarin Tama balik bareng, mau main ke rumah Tama, sampai Tama tuh jengah, dan dari situ Irin menyimpulkan Tama sombong berikut berpemikiran sempit. "Kamu bisa ga? Ga usah dekat-dekat dengan saya? Saya ga butuh belas kasihan kamu, Irin. Jangan bawain saya makanan lagi, ga perlu tawarin saya pulang bareng kamu karena saya bisa sendiri. Jangan masuk ke dunia saya karena kamu tidak cocok. Kamu tidak perlu menempatkan diri sebagai saya karena kamu tidak tahu bagaimana kehidupan saya berjalan. Tapi di luar semua itu, saya bisa menjalankan hidup saya sendiri, tanpa bantuan kamu" Tapi, prinsip Irin tetap satu sejak awal. "Kamu lihat aja, kamu bakal balik dan ngemis cinta sama aku!"
Aksa Amerta by Sepienite_
61 parts Complete Mature
"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.
F A K E ? [End] by zeevadeva__
58 parts Complete
[Follow sebelum baca] "Kamu dimana?" Rheva menatap lurus ke depan tepat dimana sepasang remaja saling bermesraan. "Aku di rumah, sayang" jawab seseorang di sebrang sana yang tidak lain ialah Alvaro sambil mengelus puncak kepala seseorang yang bersandar di bahunya. Yang tidak lain, ialah Agatha. Rheva tersenyum kecut dan berusaha menahan air matanya. "Madep belakang coba" Alvaro menyernyit bingung namun tak urung mengikuti perkataan Rheva dari sambungan teleponnya. Alvaro memalingkan wajahnya dan menghadap ke belakang setelah menyuruh Agatha untuk duduk tegap kembali. Alvaro terpaku saat melihat Rheva berdiri tidak jauh di depannya. Memutuskan sambungan telepon sepihak, Rheva langsung bergegas pergi saat Alvaro masih mematung di tempat. Begitu pun juga dengan sosok perempuan yang tadi bersama dan bermesraan dengan Alvaro. Alvaro masih terpaku di tempatnya karena tidak menyangka akan bertemu dengan Rheva di sini. Ah, lebih tepatnya dia ketahuan berbohong karena lebih memilih berjalan dengan Agatha dan mengingkari janjinya dengan Rheva. Saat ia ingin menyusul Rheva, sebelah tangannya di tahan oleh Agatha yang diam-diam tersenyum senang dalam hati saat melihat kedua mata Rheva berkaca-kaca tadi. "Mau kemana?" "Aku harus nyusul Rheva, Tha. Aku nggak mau dia berpikir yang engga-engga" "Kamu mau nyusul dia, dan ninggalin aku sendiri di sini?" Alvaro mengacak rambutnya frustasi karena bingung ingin menyusul Rheva atau meninggalkan Agatha sendirian di sini. Yang penasaran, yuk langsung baca aja. Jangan lupa follow, vote, comment sama share ya! #rank 1 in Fakboi [30 - 09 - 2021] #rank 1 in Umum [23 -10 - 2021] #rank 1 in Umum [30 -10 - 2021] #rank 1 in Fakboi [08 -11 - 2021] #rank 1 in Umum [11 - 11 - 2021 - 30 - 11 - 2021] #rank 1 in School [08 -12 - 2021] #rank 1 in Sahabat [18 - 12 - 2021] #rank 1 in Fakboy [12 - 01 - 2022] #rank 1 in Nangis [01 - 02 - 2022] #rank 2 in Friendship [12 - 03 - 2022] #rank 1 in Friendship [13 - 03 - 2022]
You may also like
Slide 1 of 10
Kacang kesayangan [Kksy#1~sedangdirevisi]  cover
Sederas Hujan cover
Living with Brothers  [TAMAT]✓ cover
Don't Talk About Money cover
Venom cover
HEARTBREAKING (On Going) cover
MUTAN IN LOVE cover
Aksa Amerta cover
Promise cover
F A K E ? [End] cover

Kacang kesayangan [Kksy#1~sedangdirevisi]

13 parts Complete

Sebuah rasa yang menuntut namun tak ada obatnya. Ini sebuah rindu yang hanya mampu sembuh dengan cara bertemu. Lalu, bagaimana mungkin aku mampu bertemu sosok kamu? Ini terlalu mustahil. Sudah kusiasatkan untuk menyampaikan rasa rindu melalui bayang rembulan, karena rembulan itu bercahaya dari pantulan bintang angkasa yang mungkin saja mampu sampaikan rindu tanpa harus bertemu. Natha Desse Verfian & Areena Natasha Zandreas