Story cover for Tiga Pagi by bebareng
Tiga Pagi
  • WpView
    Reads 339
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 9
  • WpView
    Reads 339
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 9
Ongoing, First published Jun 26, 2016
Cerita-cerita hasil manifestasi dari pukul tiga pagi hingga pagi berikutnya, terus berulang dan (semoga) tidak akan berhenti.


*


Iya, ada band bernama tigapagi. Band Indie beraliran Folk dari Jawa Barat.

Sedikit cerita, Tigapagi adalah band yang diibaratkan sendiri oleh Kang Sigit sebagai sebuah gudang yang dicoba disusun rapi. Di dalam gudang tersebut kita tidak tahu ada apa, apakah ada radio tua atau sepatu, jadi betul-betul tidak bisa ditebak. Mungkin, sama seperti cerita ini, tidak terduga apa itu isinya. Kalau saya bosan lalu membuat cerita, biasanya cerita itu dibiarkan saja begitu. Sekarang saya ingin mengumpulkan cerita-cerita itu hingga menjadi sebuah tempat yang dapat dinikmati orang-orang, tidak hanya menjadi sampah di laptop saya saja.


*


Gambar cover diambil bebas dari weheartit.com
All Rights Reserved
Sign up to add Tiga Pagi to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Aksara Lingga by Larisakuma08
59 parts Complete
"masa iya anak SMA ngacak - ngacak pikiran gue?" ..... "Tolong saya sekali lagi dong pak, penguntit gila itu masih ngikutin saya. Please pak" tangannya mengatup dengan memohon agar pria itu membantunya lagi. "Oke! Sini ikut saya" Pria dewasa itu menyambar baju panjang dan lengan Lingga. memepetkannya di tembok dekat ruang ganti. "Kamu diam ikuti saya" katanya dengan tegas. .... Hani menengokkan kepalanya setelah melihat pria didepannya bersemangat melempar bola basket kedalam ring di timezone. kini ia mendapati kawannya, Lingga ternganga pada pria yang akhir - akhir ini mengisi kekosongan hidupnya. serta gadis yang berada pada ujung kanan lingga -Shenna juga terpana atas ketampanan pria brewok itu. "Gila ganteng banget anjir" Lingga masih tak mengedipkan mata dan terus memandangi. "iya woeeyy!" Hani mengiyakan. "sadar guys, umurnya 30" sedangkan Shenna yang tak dipungkiri juga merasakan hal yang sama. hanya saja dirinya sajalah yang realistis dan tetap pada batas wajar. .... "Pak Aksara Pernah dugem?" mata lingga menatap Aksara menyelidik. mencoba mencari jawaban pada manik mata miliknya. .... "Apa ayah tidak kesepian?" mobil golf melaju sedang. membawa dua penumpang, Ayah dan anak yang sudah lelah bermain golf tersebut. "rumah sebesar itu, setiap hari isinya hanya pelayan?" Lingga mengamati wajah ayahnya yang mulai keriput. entah sejak kapan garis itu muncul. mata milik ayahnya mirip sekali dengan miliknya. tidak belo dan tidak cipit. sedang. "Kenapa kamu tanya gitu?" "Ayah tampak menyedihkan" kalimat yang Lingga buat, selalu berhasil membuat ayahnya tertegun. untuk menyalahkan tak sanggup, dan membenarkan pun akan lebih menyakitkan.
SINGASARI, I'm Coming! (END) by an11ra
70 parts Complete
Kapan nikah??? Mungkin bagi Linda itu adalah pertanyaan tersulit di abad ini untuk dijawab selain pertanyaan dimana sebenarnya jasad I Gusti Ketut Jelantik dikebumikan. Kurangkah dia berikhtiar? Lalu apa namanya kegiatan blind date yang harus Linda lakoni setiap akhir pekan selama empat bulan, tentu atas prakarsa sang Mama tercinta. Apa juga salah Linda jika hingga saat ini tidak menemukan sosok pria dari pasangan Blind date yang cocok. Giliran Linda merasa cocok malah si pria yang merasa tidak cocok. Apalagi tidak jarang justru pria aneh yang ditemuinya. Walaupun memang kelakuan murid - muridnya jauh lebih aneh. "Mama nggak mau tahu, pokoknya kamu harus ketemu anak temen mama weekend ini. Nggak ada alasan, Titik!!!" "Please Mama, Linda capek, libur dulu deh dua Minggu yaa... yaa... pulang ke Bandung weekend itu bikin darah tinggi, macet parah Mama!" "No... No... No!!!" "Mama... Ah pusing... Linda mending kabur aja!!!" "Ide bagus itu, kalau bisa pergi ke tempat yang Mama nggak bisa hubungin kamu!!! Yang jauh biar kamu sekalian dipecat jadi ASN!" Percakapan antara aku dan Mama yang berjarak sekitar 152 km itu dalam sekejap berubah berjarak ratusan tahun. Aku akhirnya benar-benar berada di tempat yang tak akan terjangkau bahkan oleh Mama. Berada di kerajaan dengan catatan sejarah paling berdarah. Apakah aku telah dikutuk oleh ibuku seperti Malin kundang? Atau karena namaku MALINda Rengganis Puteri, jadi nasib kamipun sama? "MAMA... LINDA MAU PULANG!!!" PERHATIAN!!! Jangan terlalu mempercayai apa yang anda baca. Cerita ini hanya fiktif belaka, jika ada beberapa kesamaan nama, tokoh, karakter, tempat, waktu dan peristiwa berarti sebagian cerita diangkat dari kisah nyata dalam sejarah.Tidak ada kesengajaan untuk membuat kontroversi tetapi hanya bermaksud sebagai hiburan semata.
You may also like
Slide 1 of 8
Alam Semesta yang Bingung [Completed] cover
Baper -SELESAI- cover
Aksara Lingga cover
Perpindahan Dimensi Sang Penulis  cover
Gugusan Rasa (Buku Satu) cover
Dominan Kita(On Going)  cover
SINGASARI, I'm Coming! (END) cover
Misteri di Balik Kabut Gunung Salak cover

Alam Semesta yang Bingung [Completed]

29 parts Complete

Bartholomeus tidak berbicara pada manusia. Ia berdiskusi dengan sendal yang ambisius, berdebat dengan klakson yang takut konflik, dan menenangkan senter yang fobia gelap. Di dunia tempat sapu tangan bisa sakit hati, tisu belajar filsafat, dan buku catatan merasa kosong secara eksistensial, Bartholomeus menjadi semacam penjaga rahasia benda-benda yang terlalu malu untuk bersuara. Kumpulan cerpen ini bukan tentang logika. Bukan juga tentang keanehan yang dibuat-buat. Ini tentang absurditas kecil yang kita temui setiap hari, tapi jarang kita dengarkan. Sebuah dunia di mana teko lelah menyeduh harapan, dan jam dinding ingin berhenti agar waktu bisa tidur siang. Jika kamu pernah menatap kipas angin terlalu lama dan merasa dimengerti, maka buku ini mungkin sedang mencarimu sejak lama.