We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
KELABU

KELABU

  • WpView
    Reads 844
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Sat, May 27, 2017
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku suka kamu." ── Raifata *** Saat kamu terus menatapku seperti itu, selalu mengganguku dan kamu berada disampingku setiap waktu. Aku tidak bisa kemana-mana. Karena cintamu terlalu kuat menarik-ku untuk tidak berlari lebih jauh lagi... ── Alana *** Bisakah... bisakah mereka bersatu. Atau melanjutkan hubunganya ke jengjang yang lebih tinggi? Semua bergantung kepada Alan. *** Cerita ini meprioritaskan akan keputusan Alana.
All Rights Reserved
#1
fallforyou
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kalau Aku Telpon, 'Dia' Marah Gak?
  • Namarra [END]
  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  •  ANATHA
  • My Bromance [18+] End
  • Triangle 2
  • Too Far to Hold [COMPLETED]
  • A Scratch For Sanguinis [Orine]
  • Power Of Love
  • Kamu Milikku

Awalnya, Oline hanya menjalankan permintaan Delynn-mengantar Erine pulang, menemani jika Delynn tak bisa, memastikan gadis itu baik-baik saja. "Tolong jagain Erine ya, gue lagi sibuk." Itu yang selalu Delynn katakan. Dan Oline, sebagai sahabat, selalu menurut. Tapi lama-kelamaan, semuanya berubah. Erine bukan sekadar tanggung jawab yang Delynn titipkan. Setiap keluhan tentang Delynn, setiap panggilan malam yang meminta Oline untuk mendengar, setiap tawa, setiap tatapan yang tak seharusnya berarti apa-apa-perlahan, semuanya mulai mengisi ruang kosong dalam hati Oline. Dia tahu Erine masih mencintai Delynn. Dia tahu dirinya hanya tempat persinggahan saat Delynn tak ada. Tapi semakin lama, semakin sulit baginya untuk mengabaikan kenyataan bahwa Erine selalu pulang padanya. Oline tak tahu sampai kapan dia bisa menahan perasaan ini. Tapi ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya setiap kali Erine memilih meneleponnya daripada Delynn: Kalau Delynn tahu, dia akan marah nggak? Atau justru... dia memang tak pernah peduli?

More details
WpActionLinkContent Guidelines