We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Sargasso

Sargasso

  • WpView
    Reads 298
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 17, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kini aku mengerti kenapa cinta berwarna merah muda. Karena ia adalah simbol, antara darah dan airmata. Aku sedih kenapa cinta harus selalu diucapkan. Dan kenapa perempuan hanya bisa memahami cinta lewat kata. Cinta terlalu agung untuk hanya sekedar diterjemahkan dengan sekumpulan huruf. Tapi begitulah, manusia terlanjur mencintai kata-kata. Mereka melihat, mendaki, merangkak, menggapai, berlari dengan kata-kata. Tapi bila mungkin, aku tetap lebih memilih kembali. Dan membiarkan diriku menjalin kata, diperbudak kata, merakit serangkaian sampah demi meraih cinta itu. -Sargasso-
All Rights Reserved
#227
jatidiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]
  • Kebo Vs Kudanil
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • My Perfect Arland
  • Mas! || ThomasKong✔
  • I LOVE YOU, KAK! [SUDAH TERBIT]
  •  Tentang Rasa (COMPLETED)

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines