S T I L L

S T I L L

  • WpView
    Reads 15,767
  • WpVote
    Votes 987
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 25, 2016
"Jasmine, bisa gak sih lo buka hati lo buat gue?" Lelaki itu menatapnya dengan serius. "enggak" Jawaban singkat dan lugas keluar dari bibir mungilnya. "kenapa?" Lelaki itu terlihat heran. "Gue lupa passwordnya" ujar wanita yang dipanggil Jasmine itu sambil pergi berlalu. ====================== Karna bila cinta sudah bicara Maka hati akan menunggu
All Rights Reserved
#975
random
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY HOPE IS YOU (END)
  • My Beloved Staff (TAMAT)
  • REGARA(On going)
  • Soulmate (SEBAGIAN PART DI HAPUS KARENA SUDAH TERBIT)
  • Dosen, Selalu Benar [TAMAT] BELUM REVISI
  • Mendadak Ipar
  • KEYNANDO™ ✔
  • More Than Senior
  • Bukan Romansa Biasa-BRB [End]

Dia periang tapi tidak senang, dia gembira tapi juga penuh luka. Hanya berbagi kisah bahagia tanpa kesedihan. Menceritakan kasih sayang yang penuh damba. Munafik? menutup kesedihan dengan kebahagiaan? Menunjukkan "Aku kuat aku bisa, ya aku mampu!. Apa jadinya bila semua itu terjadi pada perempuan yang mendiskripsikan dirinya sendiri seperti paragfraf diatas? Dia tidak terlihat bergoyang ketika bagian patahan kayu yang kokoh itu menggores tubuhnya. Masih berdiri tegak menantang siapa lagi yang akan menenggelamkan dia dalam badai ini. Kisah yang akan di bagikan menceritakan tentang bagaimana hidupnya mulai berjalan seiring waktu yang memaikan perasaannya. Rupanya dia tidak sekuat yang dibayangkan. Goresan patahan itu ternyata meninggalkan bekas yang tidak terlihat namun dapat dirasakan. Mulai mencari penompang mencari siapa yang bisa menyanggah tubuhnya berdiri tegak kembali. Siapa seseorang itu yang bisa menyembuhkan lukanya yang ternyata kian melebar. terlalu lama ia pendam sendiri sampai tidak sadar dirinya sudah mulai rapuh dan terkikis. "Kamu? ia kamu, tolong bawa dia kembali rangkul dia sekuat mungkin, lettakan tanganmu didadanya seraya berkata " semua akan baik-baik saja".

More details
WpActionLinkContent Guidelines