Story cover for Remembering his name by rifdahkhairunns
Remembering his name
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jun 27, 2016
"kita sampe sini aja, maaf kalo gue masih banyak kekurangan, baik baik ya tanpa gue", ada langkah kaki yang semakin menjauh dari hadapan gue, gue gatau harus apa saat ini, menahannya pergi (?), terlihat bodoh bukan, lantas harus apa (?), ekspresi wajahnya terlihat biasa beberapa detik yang lalu, tak ada luka sedikitpun, dan itu yang membuat gue merasa, gue bener bener ga berharga (lagi) buat dia. 
Seketika semua tampak suram, gue terombang ambing hanya karna perkataan sampah beberapa detik yang lalu, begitu cepat hati ini berganti rasa, lalu bisakan gue melewati ini (?), 700 hari lebih bukanlah perkara mudah untuk dilupakan sekejap mata, lalu harus berapa lama (?). 
Setiap hari tampak berbeda, jauh berbeda, aneh yaa, kenapa semua bisa berubah segila ini, lagu cinta seakan bukan lagu cinta buat gue, bagaimana bisa gue denger lagu yang biasa gue denger sama lo, sumpah lelucon apa lagi ini, kenapa gue lemah, kenapa gue nangis sih sekarang, kenapa gue bodoh, bukannya mereka bilang cinta itu indah, lalu apa ini yang mereka maksud indah (?), jika memang keindahan harus mengalami sakit seperti ini, gue lebih milih ga jatuh cinta sama sekali.
All Rights Reserved
Table of contents

1 part

Sign up to add Remembering his name to your library and receive updates
or
#385cry
Content Guidelines
You may also like
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] by shazzy1612
40 parts Complete Mature
Prolog - The Memory Between Us [Kenangan Antara Kita] Mereka bilang, waktu akan menyembuhkannya. Tapi dua tahun telah berlalu, dan Ling masih menatap keluar dari jendela kaca penthouse-nya, jemari menggenggam cangkir kopi dingin yang tak pernah ia habiskan. CEO. Pewaris. Tunangan dari seorang hantu. Dunianya runtuh sekali... Lalu kembali hancur saat ia dipaksa menikah dengan seseorang yang bahkan bukan miliknya sejak awal. Janji itu bukan untuknya. Pakaian itu juga bukan miliknya. Tapi nama di akta pernikahan? Ling Ling Kwong. Dan mempelai di sisinya? Orm. Tunangan adiknya. Itu seharusnya sementara. Sebuah kontrak. Hanya satu tahun untuk menjaga nama baik keluarga-lalu pergi. Tapi tak ada yang memberitahunya bahwa cinta tak tunduk pada kontrak. Dan tak ada yang memperingatkannya betapa kejamnya kenangan. Karena saat Ling akhirnya membuka hatinya lagi... Orm melupakan segalanya. Melupakan tawa mereka. Pertengkaran mereka. Janji mereka. Melupakan dirinya. Dan kini, Ling tak yakin masih punya kekuatan untuk kehilangan Orm sekali lagi. DISCLAIMER Cerita ini sepenuhnya fiksi. Tidak ada hubungannya dengan kejadian, individu, atau entitas di dunia nyata, baik yang masih hidup maupun yang telah tiada. Kesamaan apa pun hanyalah kebetulan belaka dan tidak disengaja. Ling Ling Kwong & Orm Kornnaphat, tentu saja, adalah gadis-gadis yang luar biasa dan tidak seperti karakter yang digambarkan dalam fanfiksi ini. Ingat, ini hanyalah fanfiksi! Selamat membaca! **Semua foto dikreditkan kepada pemiliknya masing-masing.
You may also like
Slide 1 of 10
Soal Rasa 2 cover
Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS] cover
Haruskah Aku Bertahan? cover
Traces in the Light  cover
The Memory Between Us I LingOrm [Bahasa Indonesia] cover
Tentang Lionel : Cerita dari Catherina cover
Friend's Zone's cover
ALISHA (end) cover
Yang Terlupakan  cover
Another Me cover

Soal Rasa 2

54 parts Complete

Aku kira ini telah berakhir dengan bahagia. Tapi ternyata aku salah, aku harus mendapatkan sakit lagi setelah ini. _ Jelza menarik nafas dan menghembuskannya. "Aku tau kamu bersama seseorang akhir-akhir ini, dan ku rasa mungkin kamu mencintainya. Cinta di hati kamu sudah tidak untuk ku lagi Nev. Jika kamu mencintai ku, kamu tidak akan mengeluarkan kata-kata yang mungkin menyakiti hatiku. Aku membutuhkan kamu. Tapi kamu yang dulu, bukan kamu yang sekarang" "Gak ada Jel, aku gak sama siapa-siapa" "Feeling wanita gak pernah salah. Kalau kamu benar sekarang buka handphone kamu" "Jel, itu privasi ku" "Ya aku tau. Tapi mari kita lihat apa kamu berkata jujur atau kah tidak?" Neva tidak tau harus berbuat apa-apa lagi, lantaran di handphone miliknya, ada berbagai macam pesan antara dia dan Haikal yang sudah melewati batasan sebagai seorang teman. Jelza lantas tersenyum ke arah Neva, dan segera berjalan melalui Neva. Tapi tangannya sedetik kemudian di tahan oleh Jelza, "Aku memang sedang bersama seseorang, baru memulai, awalnya kami hanya berteman. Makin kesini perasaan itu bertumbuh begitu saja, tapi aku masih mencintai kamu Jel" Tanpa membalas Neva, air mata Jelza mengalir membasahi pipi. Dia menahan sakit yang begitu luar biasa. Tidak menyangka, dia akan merasakan hal ini kembali. Dengan semua restu yang di dapatkan pada hubungan mereka, ternyata tidak cukup bagi seorang Neva. _**