Remembering his name

Remembering his name

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 5, 2019
"kita sampe sini aja, maaf kalo gue masih banyak kekurangan, baik baik ya tanpa gue", ada langkah kaki yang semakin menjauh dari hadapan gue, gue gatau harus apa saat ini, menahannya pergi (?), terlihat bodoh bukan, lantas harus apa (?), ekspresi wajahnya terlihat biasa beberapa detik yang lalu, tak ada luka sedikitpun, dan itu yang membuat gue merasa, gue bener bener ga berharga (lagi) buat dia. Seketika semua tampak suram, gue terombang ambing hanya karna perkataan sampah beberapa detik yang lalu, begitu cepat hati ini berganti rasa, lalu bisakan gue melewati ini (?), 700 hari lebih bukanlah perkara mudah untuk dilupakan sekejap mata, lalu harus berapa lama (?). Setiap hari tampak berbeda, jauh berbeda, aneh yaa, kenapa semua bisa berubah segila ini, lagu cinta seakan bukan lagu cinta buat gue, bagaimana bisa gue denger lagu yang biasa gue denger sama lo, sumpah lelucon apa lagi ini, kenapa gue lemah, kenapa gue nangis sih sekarang, kenapa gue bodoh, bukannya mereka bilang cinta itu indah, lalu apa ini yang mereka maksud indah (?), jika memang keindahan harus mengalami sakit seperti ini, gue lebih milih ga jatuh cinta sama sekali.
All Rights Reserved
#420
cry
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Lionel : Cerita dari Catherina
  • -YOU-
  • Ms. Moody & Mr. Arogan[STILL ON PROGRESS]
  • Fated To Marry You(Tamat)
  • IF YOU KNOW
  • Another Me
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • Haruskah Aku Bertahan?
  • ALISHA (end)
  • • EUTANASIA •

B x G Menceritakan seorang perempuan yang bernama Erine, yang diam-diam menyimpan rasa pada seorang laki-laki bernama Lionel. Ia tidak pernah punya cukup keberanian untuk mengungkapkannya secara langsung, tapi lewat tatapan, perhatian kecil, dan momen-momen diam yang ia simpan sendiri-itulah caranya mencintai. Setiap hari, Erine mencoba tampil biasa saja di depan Lionel, padahal dalam hati, ia sibuk menenangkan degup jantungnya sendiri. Ia tahu, cintanya tak seindah kisah di film ataupun novel, tapi perasaannya tulus... meski hanya bisa diam di balik senyum. Dan meski Lionel belum tahu, Erine tetap percaya... mungkin suatu hari nanti, cintanya yang diam ini akan bersuara. Dan benar saja, seiring waktu berjalan, perlahan hati Lionel pun mulai terbuka. Ia mulai menyadari bahwa Erine-dengan segala ketulusan, perhatiannya, dan diamnya yang hangat-adalah seseorang yang sejak lama mencintainya dalam diam. Namun, Lionel masih terikat oleh bayang-bayang masa lalu. Luka yang belum benar-benar sembuh membuatnya ragu untuk membuka hati sepenuhnya. Tapi di antara keraguan itu, Lionel akhirnya mengaku... bahwa ia mulai mencintai Erine, meski perlahan, meski masih tersembunyi di balik kehati-hatian. Dan di situlah cerita mereka mulai berubah-bukan dari cinta yang meledak-ledak, tapi dari dua hati yang saling belajar percaya lagi, perlahan tapi pasti.

More details
WpActionLinkContent Guidelines