Alein
  • WpView
    Reads 1,497
  • WpVote
    Votes 179
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 13, 2018
"Hai, Ale, Aleinku, bagaimana kabarmu? Sudahkah kamu makan hari ini? Sudahkah kamu tidur? Dan sudahkah kamu merindukanku? Jika tidak, tak apa. Itu hakmu. Tapi bagiku, merindukanmu adalah kewajibanku." Aku merapalkan kalimat itu setiap hari, dari salah satu sisi jendela kamar. Ditemani angin, kadang hujan, kadang musik, kadang juga sepi. Seperti saat ini, aku sedang bersiap untuk menceritakan bagian-bagian kenangan itu kepada kalian. Diawali dengan Bismillah dan Al-fatihah, kuharap ceritaku ini lancar sampai kelar. Do'akan, ya? Amin! (Covered by @adindputri)
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Transmigrasi Ziora
  • GRAVARENZO
  • I'm Not Just a Figuran
  • Tsundere Maniak Susu
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain
  • EVANESCENT (HIATUS)
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines