Ketika Dia Datang

Ketika Dia Datang

  • WpView
    Reads 914
  • WpVote
    Votes 78
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 23, 2016
[BEBERAPA CHAPTER DI PRIVATE] Ketika dia datang (lagi), hidupku berwarna kembali setelah 1 orang wanita merenggut kebahagian ku. -Ali Syahreza Senang karena bertemunya (lagi) bisa membuat dia tertawa (lagi) seperti dulu saat masih kecil. -Prilly Cyntia Latuconsina Ali si cowok dingin, jutek, sedikit agresif, sedikit kasar kata2. Prilly si gadis manja, lemah (tp dia ga mau kelemahannya dilihat siapapun), cantik, baik, sabar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sweet But a Little Psycho (COMPLETED✔)
  • Mr.Ice
  • Drowning in the past
  • Cinta Di Sanggar Tari
  • Hot Mom
  • Sebelah Mata
  • Beautiful Disaster
  • My Naughty Girl (Sequel MLB) (END)
  • BAD GIRL'S
  • cinta tak bersyarat

Maaciw, udah mau mampir yah guys😊😊😊 ------------------------ "Kenapa ngehindarin gue?" ulang Ali dengan suara yang sama. Prilly menunduk sambil menggigit bibir bawahnya, yang selalu ia lakukan ketika sedang gugup dan ketakutan. Prilly masih bergeming di tempatnya, dan menajamkan gigitannya, membuat darah segar keluar dari bawah bibirnya. Ali menghembukan nafasnya kasar, lalu menarik dagu Prilly lembut sampai mendongak menatapnya membuat gigitab di bawah bibirnya terlepas. Ia mejukan wajahnya hingga mendekat ke wajah Prilly, Prilly memejamkan matanya, tak mau melihat apa yang akan dilakukan Ali, terlalu takut mungkin?. Ali menyapukan lidahnya ke bawah bibir Prilly yang terdapat darah disana. Prilly mengumpat Ali dalam hati. "Darah lo manis banget, gue suka" bisik Ali tepat di telinga nya dengan seringainya, membuat Prilly bergidik ngeri, dalam hati. --------------------------------------- "L-lo ma-mau apa?" tanya Prilly panik saat melihat pisau di genggaman tangan Ali. "Gak tau, mutilasi lo mungkin?" ujar Ali yang kelewat santai, membuat Prilly bertambah panik. "L-lo gak serius kan?" tanya Prilly tergagap, ia sudah ancang-ancang untuk lari namun tangannya di cekal oleh Ali, seketika kaki Prilly lemas ia tak bisa menahan tubuhnya, ia merosot ke tanah. --------------------------------- Jangan lupa vomment!! Hargailah karya Author😉

More details
WpActionLinkContent Guidelines