UnTouchable

UnTouchable

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Jun 27, 2016
Susah untuk di dekati dan diajak berbicara karena sifatnya yang menurut para murid-murid 'jual mahal'.Itulah sifat Sophia Biancalizza.Dingin,tidak terlalu peduli lingkungan,berparas sangat menawan,berwajah oriental,memiliki surai indah yang panjang berwarna cokelat kopi,juga bola mata hazel cystal yang menambah kelengkapan keindahan dirinya. Hingga seorang lelaki,Thomas Axel.Lelaki yang bersifat cool,kapten Tim Basket,Sang Juara Kelas juga.Axel biasanya selalu saja di dekati para gadis-gadis penghuni berbagai kelas di SMA-nya.Namun,sifat Axel yang tidak peduli makin membuat para gadis itu nekat menyatakan cinta mereka pada Axel.Siapa yang mengira? Hati Axel hanya tertuju untuk Sophia seorang. Namun apa daya jika Sophia masih bersifat dingin? Belum lagi ada Kennzero atau Kenn yang juga jatuh cinta pada Sophia.Dan dua lelaki lainnya,Zein dan Rey yang juga sama-sama terpikat dengan Sophia.Bagaimana tanggapan Sophia???
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • R&N (ON GOING)
  • My Sweet Friend (END)
  • You Make Me Change ✔
  • The Boys With Messy hair
  • She is fake nerd?✔(Proses Revisi)
  • Boneka Ungkapan Sayang
  • Not Me & Not Mine
  • TAFIA'S TEARS
  • The Real Brengsek Boy (END)
  • Pelampiasan Badung

"Lo punya dendam apasih sama gue?!" geram Nayla saat dirinya tak sengaja tersandung oleh kaki Reyhan. Reyhan menatap penampilan Nayla dari atas sampai bawah pun menatapnya tajam dan datar. "Mana kaos kaki lo?" Tanya Reyhan dengan nada menyindir. "Gue nanya, lo punya dendam apa sama gue?! Gausah ngalihin pembicaraan deh!" Sewot Nayla. Banyak yang menatap mereka, karena kini mereka sedang berada di tengah tengah kantin. "Gue gak suka ada badgirl di SMA Derlangga." Desis Reyhan lalu mendekati Nayla. Cowok itu menatap mata Nayla dengan tatapan nya yang menusuk. "Dasar cowok sialan! Lo fikir lo bisa bersikap seenak jidat lo?" "Lo ngeremehin gue?" Reyhan mendekat. Banyak yang hampir memekik karena ulah Reyhan yang secara tiba tiba. "Lo duluan tai!" Maki Nayla tanpa rasa takut sedikitpun. Reyhan mencengkram pergelangan Nayla dengan kuat. "Lo yang sengaja nyelengkat gue, dan sekarang lo gamau- Akh!" Nayla sedikit meringis merasakan cengkraman Reyhan dipergelangan tangannya. "Minta maaf," suruh Reyhan dengan hawa gelap di sekitarnya. "Harusnya lo yang minta- aw!" Lagi lagi, Nayla meringis. "Minta maaf atau gue cium?" Ancam Reyhan tak main main. Nayla tersenyum miring, coba saja kalau berani. Mana mungkin seorang Reyhan Nathaniel Valentarioz yang dibangga banggakan guru, Ketua Osis, plus Kapten Basket disekolahnya berani melakukan itu di banyak orang seperti ini? Apalagi kepada musuh bebuyutan nya. Nayla Audrenia Meiganza. "Coba aja kalo-" Cup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines