Payung Warna Ungu

Payung Warna Ungu

  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Feb 20, 2017
Pria itu datang membawa sebuah payung warna lavender khusus hanya untukku. "M...Maaf Kak. Tapi, baju kakak basah semua. Saya cuma mau nawarin payung. Saya kasian sama kakak yang dari tadi kedinginan." Ucapnya gagap, dan ia terus menyodorkan payung yang tak juga kusambut darinya. Aku segera bangkit dan serta-merta menyambar payung lavender itu dari tangannya yang bergetar ketakutan. "Makasih." dan aku berlalu meninggalkannya yang diguyur hujan pertama di bulan Oktober.
All Rights Reserved
#753
persaudaraan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • STELLA (On Going)
  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Rindro (SELESAI)
  • Pink Hours
  • Naura & Lukanya
  • Hujan (Completed)
  • Badai Tak Berujung [ON GOING]
  • I Hate Rain
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)

Tidak ada maksud untung meniru cerita manapun (cerita ini real ketikan tangan author sendiri) jika ada perkataan yang sama dengan cerita lain,menurut ku itu wajar dalam cerita wattpad. Sebagian chapter akan diprivat, follow dulu sebelum baca. - - - - Seluruh hidupnya dipertaruhkan seolah lomba, siapakah dari mereka yang mampu bertahan paling lama? Jiwa mereka berteriak kesakitan, tak tahan menghadapi kerasnya dunia. Didalam sangkar sang anak bernyanyi, melepaskan penat yang tak tersalurkan. Ditengah malam ia berjalan merenungi diri sendiri, dia tak tau dirinya siapa! Akankah esok hari lebih baik? Akankah esok hari lebih indah? Akankah esok hari datang? Nyanyiannya tak lagi terdengar, dan pandangannya terselimuti dengan hitam. Kehidupannya sangat dipenuhi oleh teka-teki. Perlahan-lahan ia mulai melupakan apa arti dari kehadirannya, bila bumi tak perduli kehilangan salah satu penghuninya. Ini kisah seorang gadis yang tidak diterima kehadirannya oleh Mamahnya sendiri. "gak usah kamu belain adik sialan kamu ini Ervan"ucap Mawar. "ayah I Love you I really Mis you." Dari pertama Stella hadir, Mawar tak pernah memberikan rasa sayang seorang ibu kepada anaknya. Seolah-olah Mawar tak suka dengan kelahiran Stella. Entahlah karna apa. Mau tau kelanjutan dan alasan Mawar yang selalu membenci Stella? Langsung capcus baca yuk,simak ceritanya baik-baik:) Happy reading gays🤗💙

More details
WpActionLinkContent Guidelines