Analogi Waktu

Analogi Waktu

  • WpView
    Reads 1,617
  • WpVote
    Votes 113
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 31, 2016
Gesha pusing tujuh keliling gara-gara kelakuan Jana, adik kelasnya. Jana tak henti-hentinya menganggung Gesha, adalah yang teriak-teriak, pokoknya centil banget. Hingga pada saat Gesha lulus SMP dan melanjutkan sekolah di Jakarta, Gesha sengaja pergi diam-diam agar Jana tak bisa melacak Gesha. Jarak dan waktu yang memisahkan membuat Gesha hampir lupa dengan Jana. Hingga suatu ketika Gesha pulang ke Bandung, ia bertemu dengan Jana di sebuah pertunjukan cello. Jana yang sekarang benar-benar bukan Jana yang dulu Gesha kenal. Jana berubah menjadi pendiam, misterius dan dingin. Namun anehnya itu membuat Gesha menjadi penasaran setengah mati! Akankah Gesha menemukan jawabannya?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EPHEMERAL PRINCESS {END} ✓
  • MEET AFTER PARTINGE
  • My Evil Girlfriend (End)
  • RAKA
  • ESHA🍓 || (END)
  • Jejak Dalam Bayang
  • Bad Queen
  • Akhir dari Kita[END]
  • BAYANGAN YANG TIDAK PERNAH PULANG

Ephemeral berlaku bagi semesta ciptaan Tuhan. Begitu juga bagi gadis berjiwa indah itu. Dia hanyalah hujan di tengah musim kemarau yang datangnya didamba. Namun, hadirnya kerap dianggap tak ada. Nathalie Abigail Putri Gavriel. "Jen, gue pengen jadi bintang paling terang di atas sana," ucap Natha. "Bintang di atas sana udah banyak, Nath. Lo gak perlu repot-repot buat menjelma jadi bintang disana, karena Lo udah jadi bintang paling terang - ..." ucap Jeno menarik perhatian Natha sehingga gadis itu menoleh ke arahnya. "Di hati gue." "Natha ... gue sayang Lo, Nath. Natha-Nya Jeno. Jeno memang bukan pacar nya Natha, tapi Jeno temen hidupnya Natha." Gadis dengan Sejuta Luka dan Nestapa. Membangun rumah untuk sekelilingnya, meskipun dirinya tak memiliki rumah tempat berkeluh kesah. Dia adalah pemilik kisah Amerta, sedang hadirnya sendiri Lengkara. "Dek!" "Hmmm?" "Gue baru baca artikel. Katanya ada siswi SMA yang sinting karena kebanyakan belajar," tutur Rafa dengan nada dibuat menyeramkan. Natha berdecih mendengar berita omong kosong itu. "Ngarang aja lo, Bang!" "Dih, gak percaya! Beneran lho?" Rafa menekankan nada bicaranya meyakinkan Sang adik. "Y. serah," pasrah Natha menimpali ucapan nyeleneh Rafa. "Jangan gila belajar, Nath ..." tegur Rafa merasa tidak tega melihat Natha belajar dengan giat. Namun, tak pernah diapresiasi. "Kalo gak belajar gue bego. Kalo bego- ... Mama Papa gak perhatian lagi sama gue," sahut si bungsu pula. "Emang kalo Lo pinter Mama Papa perhatian sama Lo?" cetus Rafa dengan spontan. Natha tersenyum miris lantas menutup buku catatan tersebut. "Nggak juga sih, mereka cuma perhatian kalo gue sakit. Apa gue sakit sakitan aja ya, Bang?" Gadis itu kemudian menoleh pada Abangnya dengan senyuman pilu. "Tuh kan! Beneran sinting kan jadinya? Gara-gara kebanyakan belajar nih pasti." Kisah ini milik Nathalie dan Nayanika. Dua sosok dalam satu raga. Satu jiwa dan satu rasa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines