Pilihan (Salah) & Penyesalan
Beberapa kesalahan tidak bisa diperbaiki. Beberapa penyesalan datang terlambat."
Alena Razena dan Arbian Mahesa memiliki ikatan yang lebih kuat dari sekadar sahabat. Tumbuh bersama di tepi Sungai Dayang, mereka saling menjadi rumah bagi satu sama lain-terbukti oleh lemari kayu jati di kamar Arbian yang telah menyimpan rahasia masa kecil mereka selama belasan tahun.
Bagi Alena, Arbian adalah pelabuhan aman. Bagi Arbian, Alena adalah batas yang tak berani ia lewati.
Hingga sebuah malam ulang tahun perusahaan mengubah segalanya. kekeliruan fatal, dan satu keputusan pengecut di pagi hari meruntuhkan fondasi persahabatan mereka. Arbian memilih untuk lari karena takut kehilangan Alena sebagai sahabat, tanpa menyadari bahwa pelariannya justru menjadi awal dari kehancuran yang sesungguhnya.
Ketika Alena berusaha bangkit dari keterpurukan dengan bantuan masa lalu yang kembali hadir, Arbian hanya bisa menonton dari kejauhan, terkubur dalam rasa bersalah yang membisu. Ia ingin mengaku, namun lidahnya kelu oleh ketakutan.
Di balik senyum ceria yang dipaksakan, Alena perlahan hancur. Dan Arbian? Ia baru sadar bahwa harga dari sebuah "pilihan salah" bukanlah kehilangan sahabat... melainkan kehilangan orang yang paling ia cintai.
"Terkadang, penyesalan terbesar bukan karena apa yang kita lakukan, tapi karena apa yang tidak sempat kita katakan."