Sepucuk Cambodia

Sepucuk Cambodia

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 29, 2016
Hidup nya memang di pandang sebelah mata layaknya bunga kamboja.Tapi perasaan diantara mereka seindah kamboja yang terapung di atas air bening nan biru,mendayung harapan hingga mereka sadar kenyataan.Mereka hanya dua insan yang lahir menapaki bumi,tidak hidup di mimpi dan memiliki takdir yang sama seperti tokoh dalam dongeng putri dan pangeran. Kenyataan memang tak seperti bunga kamboja yang hidup dengan indah,meremuk hati, meninggalkan denyut yang enggan mereka rasa.Mereka hanya dua dari sekian hati yang enggan memadu kasih. Bisakah mereka bersama? Meski langit selalu ingin mereka sadar? Bahwa terkadang mereka harus membuka mata,melihat seberapa jauh jarak yang membentang diantara mereka. Mungkin mereka selalu berharap,hingga lupa bahwa mereka tidak tahu perasaan masing - masing. Ya,seperti itu lah kenyataan nya. Sepucuk bunga kamboja berwarna indah menciptakan tatapan lembut siapapun yang melihat nya,menjadi definisi setiap kata 'cinta' yang takkan bisa sampai diantara mereka.
All Rights Reserved
#4
serpihanrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jodoh Kedua (END)
  • untuk damai
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • ARCHI
  • DIBALIK TAKDIR YANG ASING
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • 31 Months for You (Revisi)
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Behind the Silence
  • Karena Salju Tak Selamanya Dingin

{18+}..... ***》SEKUEL dari cerita KITA Bulir keringat dingin tampak membasahi wajah itu. Raut kegelisahan yang terpancar dari wajah yang masih terlelap itu, menunjukkan bahwa dia mengalami mimpi buruk. Dengan sedikit napas terengah, dia tersentak bangun. Setelah bisa menguasai diri, dia bangkit dan melakukan sholat malam. Kepergian sang belahan jiwa membuatnya lebih rajin beribadah. Alasannya sederhana..... di akherat kelak dia ingin berkumpul dengan belahan jiwa juga buah hatinya. Selepas memanjatkan untaian doa, dia membuka pintu balkon kamar dan memandang ke langit lepas. "Sayang..... bagaimana kabarmu di sana? Aku merindukan kalian..... sangat," lirihnya sendu. Sudah tiga tahun berlalu sejak kepergian sang belahan jiwa, tapi dia masih tetap berada di tempatnya semula. Hati yang dia berikan seutuhnya pun ikut mati bersama kepergian sang belahan jiwa. Tak ada hal lain yang dirasakannya selain kehampaan. Hatinya kosong dan tertutup rapat untuk bisa dimasuki siapa pun. Karena bagi dia, pemilik hatinya adalah sang belahan jiwa..... ketika sosok itu pergi, dia pun menutup rapat pintu hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines