REYILA

REYILA

  • WpView
    GELESEN 1,403
  • WpVote
    Stimmen 139
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadErwachseneninhaltLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Feb. 22, 2020
Maaf atas kebodohanku yang selalu tak melihat bagaimana berjuangnya dirimu, bagaimana caramu memperlakukanku bak putri raja. Maaf hingga membuatmu lelah atas sikap burukku, aku mohon padamu kembalilah menjadi Rey yang ku kenal dulu *Shakila Adawiyatul Rahmah Jujur aku lelah menghadapi sikapmu yang selalu merendahkanku dan orang tuaku, aku muak atas cacian orangtuamu. Akan ku buktikan aku bisa menjadi laki - laki yang sukses nantinya, tunggu apa yang akan kulakukan untukmu Wiya *Naufal Abrisam Reynand
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Aku Bukan Simpanan (Lengkap)
  • Sendu untuk Sandy (END)
  • Maybe Tomorrow : Penyesalan (On Going)
  • HE IS MY MINE!
  • Flowers that never Bloom
  • My Sweet Heart 18+(COMPLETE)
  • Nearby Relations
  • Oddly Coupley (Complete)
  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)

(Warning! Harap bijak memilih bacaan, kalau ada kekerasan jangan ditiru) "Aku ini istrimu, bukan hiasan rumahmu. Tolong, sekali saja, perlakukan aku selayaknya seorang istri," pinta Kirana dengan nada suara serak. "Memangnya, selama ini, aku memperlakukanmu dengan buruk? Tidak, 'kan?" Satya berujar dengan raut wajah datar. "Kamu tidak pernah menganggapku ada," Kirana menatap nanar Satya, "kita makan di meja yang sama, tidur di ranjang yang sama. Tapi ... kita seperti orang asing." Satya hanya diam. "Aku tahu kamu membenciku dan menikahiku hanya untuk balas dendam, 'kan. Kamu ingin melihatku terpuruk, kan?" "Bukan." "Lantas apa? Lagi pula, kamu mencintai wanita lain dan sampai saat ini, kamu masih berhubungan dengannya. Bahkan, banyak orang yang mengagumi hubungan kalian. Kenapa tidak menikah saja dengannya?" "Kalau bisa, pasti. Tidak usah mencampuri hidupku. Seharusnya, kamu bersyukur, aku mau menikahimu." *** -Salah satu hal yang menyakitkan itu, adalah ketika dirimu memiliki suami, tapi tidak memiliki kasihnya- (part sudah diunpublish random)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien