Bisikan Hati

Bisikan Hati

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 29, 2016
JANGAAAN!! "Jangan pernah berfikir untuk melakukan itu. Sadarlah ! apa kau fikir jika kau melakukan itu semua masalahmu itu akan selesai begitu saja ? TIDAK!! Justru masalahmu akan semakin memburuk." Benar juga apa yang dia katakan. Apa kuurungkan saja niatku ini ? tapi aku benar benar tersiksa dengan perlakuan kangmas padaku. "jangan dengarkan dia! Apa kau tidak merasa tersiksa dengan perlakuan suamimu selama ini ? lihatlah luka memar yang ada di punggungmu itu. Dan lihatlah luka yang masih bertengger di bibirmu itu. Lihat apa yang yang telah dia perbuat terhadap wajah cantikmu itu. Apa kau terima jika wajah cantikmu akan berubah menjadi wajah jelek penuh memar?" tentu saja aku tidak terima ! perlakuan kangmas benar benar kelewat batas. Sudah cukup banyak pukulan pukulan yang di layangkan kangmas padaku. Sudah cukup harga diriku sebagai seorang istri direndahkan oleh kangmas. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak boleh berdiam diri seperti ini, sebelum semuanya semakin memburuk. "bagus Asih ,, lihatlah suamimu itu sudah tertidur. Bukankah ini kesempatan yang baik untuk membalaskan dendammu kepada kangmasmu itu. Tidak usah ragu ! di dapur banyak pisau yang menganggur,, kau bisa menggunakan pisau itu." Pisau .. Akupun beranjak dari tempat tidur dengan perlahan agar Kangmas tidak terbangun. Bau alkohol yang menempel di baju dan mulutnya masih belum hilang juga,, baunya membuatku mual. Akupun keluar kamar dan menuruni tangga yang terletak tepat di samping kamarku. Kubuka semua rak yang ada di dapur untuk mencari benda yang kucari. Masih tidak kutemukan juga,, sebenarnya dimana aku letakkan benda itu? Kenapa aku bisa lupa? Kuingat ingat dimana tadi aku meletakkan benda itu. Oh iya, aku letakkan di belakang kompor sehabis memasak. Akupun menemukan benda itu. Ku ambil benda tajam yang panjangnya kurang lebih 20 sentimeter itu dan memiliki gagang berwarna hitam. Kupandangi pisau itu dengan tangan yang gemetar. Hatiku masih ragu.
All Rights Reserved
#118
violence
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • You Are Only Mine
  • [√] Memorabilia
  • My Little Monster - Completed
  • The Enemy in My Bed - #hackerseries 2.0 [✅] 🔚
  • A N I M A L
  • KRONOGRAM (END)
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Istri yang tak di inginkan
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

"Ahh kenapa kepalaku pusing sekali" gumam gerald. Dan dia sangat terkejut saat melihat semua kekacauan di dalam kamarnya, baju-baju yang berserakan di lantai dan tunggu sepertinya saat ini dia sedang berada di dalam kamar reyna dengan keadaan berantakan. "Ya tuhan, apa yang telah terjadi?" gumam gerald dalam hati sambil memijit dahinya pelan. "Uuung" Deg! Gerald langsung menoleh ke sampingnya saat mendengar suara reyna. Dia menatap shock ke arah adik angkatnya itu dan secara perlahan reyna juga membuka matanya, dan dia sangat terkejut saat melihat gerald berada di dalam kamarnya sepagi ini bahkan di atas ranjangnya reyna pun segera bangun, sama seperti yang gerald rasakan reyna juga merasa kepalanya terasa sangat pusing. Namun dia kembali mengalihkan pandangannya saat melihat gerald tidak memakai baju. "Kakak sedang apa di kamarku sepagi ini dan, dan dimana bajumu?" Gerald yang mendengar perkataan reyna pun tersadar lalu kembali melihat kearah lantai, bukan hanya bajunya saja yang berserakan di lantai itu namun baju reyna juga. "Ya tuhan" lirih gerald. Sedangkan reyna belum juga menyadari situasi mereka karena pusing yang menderahnya saat ini. "Kenapa kepalaku pusing sekali" keluh reyna. "Reyna" "Ya kak" "Maaf" "Apa kak?" "Maafkan aku reyna" setelahnya gerald membawa reyna ke dalam pelukannya, dia memeluk reyna dengan sangat erat. Apa yang sebenarnya telah terjadi di antara gerald dan reyna? Penasaran? Kalau begitu selamat membaca! 📖 . . . . . . . . . . . . . . 🍁🍁🍁 Ceritanya ini adalah karangan author sendiri ya, murni dari pikiran author sendiri. Bagi yang sudah Vote and Coment, author sangat berterima kasih pada kalian 🙂. Dilarang Plagiat ⚠️, belajarlah mengarang ceritamu sendiri tanpa menjiplak ide orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines