Bisikan Hati

Bisikan Hati

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Jun 29, 2016
WpInfo
Fanfic
NCT
JANGAAAN!! "Jangan pernah berfikir untuk melakukan itu. Sadarlah ! apa kau fikir jika kau melakukan itu semua masalahmu itu akan selesai begitu saja ? TIDAK!! Justru masalahmu akan semakin memburuk." Benar juga apa yang dia katakan. Apa kuurungkan saja niatku ini ? tapi aku benar benar tersiksa dengan perlakuan kangmas padaku. "jangan dengarkan dia! Apa kau tidak merasa tersiksa dengan perlakuan suamimu selama ini ? lihatlah luka memar yang ada di punggungmu itu. Dan lihatlah luka yang masih bertengger di bibirmu itu. Lihat apa yang yang telah dia perbuat terhadap wajah cantikmu itu. Apa kau terima jika wajah cantikmu akan berubah menjadi wajah jelek penuh memar?" tentu saja aku tidak terima ! perlakuan kangmas benar benar kelewat batas. Sudah cukup banyak pukulan pukulan yang di layangkan kangmas padaku. Sudah cukup harga diriku sebagai seorang istri direndahkan oleh kangmas. Aku harus melakukan sesuatu. Aku tidak boleh berdiam diri seperti ini, sebelum semuanya semakin memburuk. "bagus Asih ,, lihatlah suamimu itu sudah tertidur. Bukankah ini kesempatan yang baik untuk membalaskan dendammu kepada kangmasmu itu. Tidak usah ragu ! di dapur banyak pisau yang menganggur,, kau bisa menggunakan pisau itu." Pisau .. Akupun beranjak dari tempat tidur dengan perlahan agar Kangmas tidak terbangun. Bau alkohol yang menempel di baju dan mulutnya masih belum hilang juga,, baunya membuatku mual. Akupun keluar kamar dan menuruni tangga yang terletak tepat di samping kamarku. Kubuka semua rak yang ada di dapur untuk mencari benda yang kucari. Masih tidak kutemukan juga,, sebenarnya dimana aku letakkan benda itu? Kenapa aku bisa lupa? Kuingat ingat dimana tadi aku meletakkan benda itu. Oh iya, aku letakkan di belakang kompor sehabis memasak. Akupun menemukan benda itu. Ku ambil benda tajam yang panjangnya kurang lebih 20 sentimeter itu dan memiliki gagang berwarna hitam. Kupandangi pisau itu dengan tangan yang gemetar. Hatiku masih ragu.
All Rights Reserved
#14
aftermarriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Little Monster - Completed
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • Poison Of Love
  • Yesterday Lies
  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • ALVIN (On Going)
  • Istri yang tak di inginkan
  • [COMPLETED] 7 Days

Mata itu tiba-tiba terbuka dan menatapku. Langsung ke manik mataku. Aduh, copot deh ini jantung. Tali mana tali, buat ikat jantungku biar nggak jatuh. Hiks tolong.... "Kamu jangan pergi, temani aku disini," ucapnya pelan lalu memejamkan matanya lagi. "Hah? Mm... iya," gumamku sambil mengangguk pelan, meski ia tak melihatnya. "Kakak kenapa mabuk?" tanyaku memastikan apa ia bisa di ajak berbicara dengan normal. Lagi pula orang mabuk biasanya akan berkata jujur. Ku pikir dia ada masalah, meski jahat sih jika mendengar curhatan orang yang sedang mabuk, sedangkan aslinya ketika sadar ia akan memusuhiku lagi. Ilsya hanya tersenyum dalam tidurnya. Lantas tak lama bibirnya tiba-tiba melengkung kebawah, terlihat cemberut. Aku nyaris tersedak liur menahan tawa melihat ekspresi wajahnya yang dapat berubah-ubah dengan sendirinya. "Aku nggak suka liat kamu dengan orang lain." Jawabnya dengan raut wajah yang masih sedih. WHAATT?!! Ng-nggak suka, aku dengan yang lain? Sialan Monster ini, meski dalam keadaan mabukpun dia masih bisa membuatku grogi. "Maksud kakak apa?" tanyaku penasaran. "Aku suka kamu, bodoh!" jawabnya lantang, terdengar jelas di telingaku. Jedaaaaaaar...... Siapa yang sangka jika cinta bisa hadir dari rasa benci, dari caci, dari maki. Hinggi bersemi dalam hati tanpa bisa dipungkiri. Cinta ya cinta, tak memandang status, tak mmandang harta, derajat, ras, agama, dan jenis kelamin. Jika cinta telah menancapkan panahnya, siapapun takkan mampu menampiknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines