MEY : Mimpi Setinggi Langit

MEY : Mimpi Setinggi Langit

  • WpView
    GELESEN 97
  • WpVote
    Stimmen 4
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Apr. 25, 2017
Cerita ini adalah cerita nyata di masa lalu dan harapan di masa depan yang di bumbui dengan sedikit karangan fiktif. Cerita ini bukan hanya mengingatkan saya sebagai penulis akan kenangan masa lalu namun juga doa dan harapan di masa depan. Bukan hanya cerita namun juga semua tokoh dan tempat yang terlibat di cerita ini merupakan kisah nyata.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Aku Yang Tidak Diinginkan
  • BALADA KEHIDUPAN
  • Harapan dan semestanya
  • Nayara [ TERBIT ]
  • ELGITA  (TERBIT)
  • YOU AGAIN
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • RAHASIA HATI
  • SELESAI (Say Goodbye)

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien