Rahasia Hati

Rahasia Hati

  • WpView
    LECTURAS 452
  • WpVote
    Votos 27
  • WpPart
    Partes 13
WpMetadataReadConcluida mar, may 29, 2018
WpInfo
Ficción
Romance
Hari mulai pudar dari keberadaannya , semakin senja dan gelap . Burung-burung tak lagi menampakkan suaranya , sebagaimana seseorang menunggu datangnya pagi . Keadaan memang ya.. terkadang bisa sesuai dengan hati . Namun , tak jarang selalu berbanding balik dengan keadaan diri. Mungkin hanya waktu yang membuktikan hal yang tak mungkin terungkapkan . Jenuh , nyaman , dan gelisah akan selamanya ada mendampingi hidup. "Kei , kenapa aku tak pernah berani dengan keadaan ini ?" "Aku harap kamu menjalani dengan keadaan ini Al" Segera Keila pergi, karena merasa temannya itu Alrai butuh waktu untuk sendirian Sekarang. Alrai hanya mampu menatap langit yang sekarang ini sudah gelap .
Todos los derechos reservados
#56
diamdiam
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Erlangga
  • Bayangan di Baris Penonton
  • SILENCED AT 302 [END]
  • Jejak Rasa [TAMAT]
  • 31 Months for You (Revisi)
  • RUANG RINDU
  • Humoris Atau Romantis (END)
  • "diam-diam jatuh cinta"
Erlangga

Erlang selalu berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa ia genggam erat. Bahwa ketika dua orang saling mencintai, mereka akan tetap bertahan, apa pun yang terjadi. Tapi nyatanya, itu hanya keyakinan naif yang perlahan hancur di hadapannya. Pacarnya pergi karena dia sudah menemukan yang baru. Semua janji, semua rencana masa depan, semuanya runtuh dalam sekejap. Erlang hanya bisa menatap kepergiannya, bertanya dalam hati, "Apa aku kurang baik?" Belum juga ia berdamai dengan kehilangan itu, takdir menamparnya lebih keras. Sahabatnya, satu-satunya orang yang mengerti dia tanpa banyak bicara, pergi-bukan karena memilih, tapi karena kehidupan memutuskan demikian. Kali ini, kepergian itu benar-benar untuk selamanya. Tidak ada kesempatan untuk meminta maaf, tidak ada lagi tawa yang bisa dibagi. Ditinggalkan oleh orang yang ia cintai, kehilangan orang yang selalu ada untuknya-Erlang berpikir, mungkinkah ia memang ditakdirkan untuk sendiri? Namun, di tengah kehancurannya, ada satu orang yang tetap di sisinya. Seseorang yang tak banyak bicara, tapi selalu tahu kapan harus mendengar. Sahabat yang tidak pernah menjanjikan apa pun, tapi selalu ada tanpa diminta. Dan dari sana, tanpa Erlang sadari, luka yang ia pikir tak akan sembuh perlahan mulai menemukan cahaya. Cinta yang ia kira sudah mati, ternyata masih punya kesempatan untuk hidup kembali. Apakah Erlang siap membuka hatinya lagi? Atau masa lalu akan terus menghantuinya?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido