Diary untuk William

Diary untuk William

  • WpView
    Reads 722
  • WpVote
    Votes 48
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 8, 2016
Aku hanya punya ini, di tanganku. Hanya ada beberapa tumpukan buku. Rasanya aku telah merampungkan setengah dari kisah hidupku. Mungkin ini akan selalu cukup baginya, tapi tak berakhir untukku. Bagaimana rasa cinta itu memaksaku untuk selalu bisa mengontrol diriku. Mungkin akan salah jika orang orang melihatku. Hanya saja aku pernah membaca postingan di Twitter bahwa ketika kau mencintai seseorang ada tiga hal yang tidak harus kamu korbankan, yaitu yang pertama agama, kedua keluarga, dan ketiga harga diri. Mungkin dua diantaranya aku bisa, namun lagi lagi, ini bukan sebuah dilema antara harus memilih. Ini bukan juga sebuah kesalahan yang harus disudutkan. Hanya saja memang ini jalanku. Ketika semua orang bertanya, bagaimana bisa? Aku hanya tersenyum. Jangankan untuk menjawab, aku sendiri saja tidak pernah menemukan jawabannya. Bahkan seorang itu, yang digadangkan genius pun tak bisa menjawab. Lalu aku bisa apa? Pasrah. Bukan juga pilihan. Aku harus tetap melanjutkan hidupku. Prawita
All Rights Reserved
#401
william
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Dying Butterfly [SEGERA TERBIT]
  • EGLANTINE ㅡ'Na Jaemin'
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Mahligai Sunyi
  • Yang Tertinggal
  • Cahaya Dirimu
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • You Promised [END]
  • You're Here, But Not For Me

[ #1 Angst • 7 Juli 2025] [ #1 Lovetriangle • 22 Juni 2025] [ #1 Emosional • 14 Juni 2025] [ #1 Comingofage • 16 Mei 2025] [ #1 Secretlove • 2 Mei 2025] [ #1 Fiksiindonesia • 18 Agustus 2025] [ #1 FWB • 15 Oktober 2025] Ini adalah kisah dua orang yang sama-sama penuh luka, tetapi juga sama-sama keras kepala dalam mencinta. Keduanya mencintai dengan cara membangkang pada ketakutan mereka sendiri. Dengan ego yang saling melukai. Dengan kesetiaan yang bertumpu pada satu janji. Ada yang indah dari cara mereka tetap saling merawat, meski semesta belum memberi tempat. Ada yang memilukan sekaligus mengharukan dari kisah cinta yang bertahan karena keduanya memilih untuk tidak menyerah ... di tengah pilihan-pilihan yang sering kali membuat goyah. Mereka tragis, tetapi juga manis. Mereka tulus, tetapi jalannya tidak mulus. Mungkin, itulah yang membuat kisah ini begitu menyakitkan. Sebab, keduanya tahu bahwa mereka saling mencintai, tetapi tidak yakin apakah cinta itu cukup untuk terus dipertahankan dengan cara yang selama ini mereka yakini. --- Ini bukan cerita singkat. Tokoh-tokoh di dalamnya tidak hadir sekadar untuk lewat. Mereka tumbuh perlahan, jatuh pelan-pelan, lalu bangkit dengan cara yang hanya bisa dipahami jika kamu bersedia bertahan. Tulisan ini panjang karena mereka layak diceritakan dengan utuh. Setiap bab, setiap percakapan, setiap jeda, dibangun untuk mengenalkan mereka apa adanya: rapuh, egois, lembut, lucu, menyebalkan, dan menggemaskan. Jika kamu bertahan sampai akhir, satu hal yang pasti akan terjadi adalah ... kamu akan menyayangi mereka, mungkin bahkan lebih dari yang kamu kira.

More details
WpActionLinkContent Guidelines