Tuan Hujan

Tuan Hujan

  • WpView
    Reads 26,786
  • WpVote
    Votes 1,343
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 20, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Ini adalah kisah seorang gadis remaja yang beranjak dewasa, tentang dia dan masa lalunya. Tentang luka yang masih basah, tentang trauma yang masih menganga lebar. Dan segala gejolak hebat yang mencokol dalam hatinya. Ini adalah perpaduan rasa sedih, rasa takut, rasa rindu, dan rasa kasih yang berbaur menjadi satu. Ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi ini tentang aku ,kamu ,dan kalian semua. Tentang narasi panjang kehidupan yang tidak akan pernah kehabisan tiap-tiap lembaran naskahnya. Karena kehidupan ini masih koma dan belum ada tanda titik di bagian akhir cerita. *** "Aku bukan Tuhan yang mampu mengubah takdir hidupmu, aku bukan pula pelangi yang selalu memberi warna-warni kehidupan. Apalagi secercah cahaya pagi yang menyinari setelah hari-hari petangmu, aku mungkin berwarna suram, membawa gelap dan meninggalkan bekas. Karena aku hanyalah hujan, aku hanyalah seorang Tuan Hujan " (Muhammad Umamul Zidan)
All Rights Reserved
#5
mahabah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JANJI TANPA SUARA
  • Will You Be My Love Rain?
  • Cause No Body's Perfect
  • BERJUANG DAN  TUMBANG
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Unforgettable, every second of it
  • Rinai
  • ARABELLA ELVINA FINLEY

zayyan tumbuh di rumah besar yang sunyi bukan karena tak ada suara, tapi karena suara yang ada selalu berisi teriakan dan pertengkaran. ayah dan ibunya tidak pernah bercerai, tapi hampir setiap hari adalah perang dingin yang memekakkan di balik wajah datarnya dan sikap acuhnya yang sering di salah artikan, zayyan menyimpan luka : trauma melihat keluarganya perlahan dan sedikit demi sedikit menjadi bangunan hancur Zahira berbeda. ia hampir tak pernah bicara, bukan karena tidak bisa, tapi karena takut. dulu ketika kecil, ia pernah di culik oleh pamannya sendiri karena mempunyai kemampuan melihat sosok gaib. ia tumbuh sebagai gadis yang pemalu, tertutup dan penuh kecemasan. ia merasa lebih nyaman di balik buku gambar dan menuliskan diary dari pada di antara keramaian ketika dua jiwa penuh luka bertemu, tak ada janji yang di buat. hanya tatapan yang saling mengenali rasa sakit. tanpa suara,tanpa tuntunan mereka mulai belajar : bahwa terkadang, yang paling menyembuhkan bukan kata - kata, tapi keberadaan yang jujur dan sederhana janji tanpa suara adalah kisah tentang trauma yang diwariskan dalam diam, tentang keberanian untuk mempercayai lagi, dan tentang cinta yang tumbuh perlahan bukan untuk menyempurnakan, tapi untuk saling menerima kekurangan

More details
WpActionLinkContent Guidelines