Tuan Hujan

Tuan Hujan

  • WpView
    Reads 26,786
  • WpVote
    Votes 1,343
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 20, 2018
WpInfo
Fiction
Social Themes
Ini adalah kisah seorang gadis remaja yang beranjak dewasa, tentang dia dan masa lalunya. Tentang luka yang masih basah, tentang trauma yang masih menganga lebar. Dan segala gejolak hebat yang mencokol dalam hatinya. Ini adalah perpaduan rasa sedih, rasa takut, rasa rindu, dan rasa kasih yang berbaur menjadi satu. Ini bukan hanya tentang aku dan kamu tapi ini tentang aku ,kamu ,dan kalian semua. Tentang narasi panjang kehidupan yang tidak akan pernah kehabisan tiap-tiap lembaran naskahnya. Karena kehidupan ini masih koma dan belum ada tanda titik di bagian akhir cerita. *** "Aku bukan Tuhan yang mampu mengubah takdir hidupmu, aku bukan pula pelangi yang selalu memberi warna-warni kehidupan. Apalagi secercah cahaya pagi yang menyinari setelah hari-hari petangmu, aku mungkin berwarna suram, membawa gelap dan meninggalkan bekas. Karena aku hanyalah hujan, aku hanyalah seorang Tuan Hujan " (Muhammad Umamul Zidan)
All Rights Reserved
#241
zidan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • BERJUANG DAN  TUMBANG
  • Surat Untuk Takdir [ ON GOING ]
  • Will You Be My Love Rain?
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Bukan Salahnya Hujan (Completed)
  • Cause No Body's Perfect
  • Unforgettable, every second of it

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines