Lebih Baik Aku Yang Pergi

Lebih Baik Aku Yang Pergi

  • WpView
    Reads 52,548
  • WpVote
    Votes 2,159
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 20, 2016
Kepedihan. Pilih kasih. Kegagalan. Berbeda. Yang selalu aku rasakan dalam keseharianku. Sesekali aku merasa di sanjung. Namun selalu kembali dalam kepedihan. Tak satupun menganggapku ada dalam keluargaku yang sangat aku sayangi. Mereka yang selalu aku rindukan. Hingga akhirnya orang yang sangat aku sayangi dalam kepedihan. Namun Aku telah memiliki tekad yang sangat kuat. Dan aku akan memepertahankan niatku sampai kapanpun. Semua orang kian menyalahkanku. Sampai pada akhirnya aku harus melakukannya. Aku tak ingin semuanya menyayangiku karena berbelas kasih. Karena yang aku butuhkan hanyalah kasih sayang yang TULUS dari mereka. Bagaimana keseruannya kisah hidupku di dunia ini? Apakah ada juga dari kalaian yang memiliki kisah yang mengharukan? Ataukah? Kisah kisah kalian lebih beruntung dari kisah ku? Buruan simak..
Public Domain
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Perjalanan Cintaku...
  • Masih Ada Kamu di Setiap Luka [TAMAT]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • dear happiness
  • ALVIN (On Going)
  • Flight
  • SELEPAS KAU PERGI (END)

Lika liku perjalanan hidup memang tidak ada yang tau, dan setiap perjalanan pasti kita menemukan jenis orang yang berbeda-beda. Seseorang hadir di kehidupan kita, ada yang singgah menjadi pelajaran hidup dan ada yang singgah lalu menetap, lalu di katakan itu lah teman hidup. Siapa yang tau, akan seperti apa, siapa dan bagaimana pasangan hidup kita. Itu semua sudah di atur oleh Tuhan yang Maha kuasa. Tidak ada manusia yang tak pernah berharap lalu dipatahkan oleh harapannya karna iya lupa bahwa sebaik-baiknya tempat berharap itu hanya kepada tuhan. Berdoa lah dan berharap lah kepada Tuhan jika tidak ingin merasakan sakitnya kekecewaan. ya... aku pernah merasakan itu, kebahagiaan yang hanya sementara. ketika itu aku saat bahagia dengan hadirnya seseorang yang membuat hari ku lebih berwarna. sampai-sampai aku lupa bahwa kebahagiaan didunia ini tidak ada yang abadi. dan pada akhirnya datang lah kekecewaan itu kepadaku , yang membuat hari ku seketika berubah menjadi keterpurukan. ya... aku sadar itu salah ku karna terlalu bergantung dan menaruh harapan yang sangat besar kepada manusia. seperti sebuah tamparan yang tak ada obat nya saat itu. sakit? ya... sakit sekali. dari situlah aq mulai di sadarkan bahwa berharap kepada manusia itu hanyalah awal dari kekecewaan . libatkan lah Tuhan mu dalam hal apa pun maka kamu tidak akan di kecewakan. hingga beberapa bulan aku mulai bangkit dan memulai kisah baru dengan lebih berhati-hati dalam menaruh hati. Kisah ini adalah pengalaman hidup ku yang ingin aku bagikan lewat tulisan ku agar semua orang dapat mengambil pelajaran dari perjalanan hidup ku.

More details
WpActionLinkContent Guidelines