Back to Life

Back to Life

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 5, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kehilangan membuat hidupnya sedikit redup. Bukan, bukan hanya sedikit, tapi hampir keseluruhan hidupnya redup. --- 'Aku harus menjauhinya.' Kalimat yang selalu terngiang di otakku saat melihatnya tiba-tiba lebur, tak bersisa, hanya karena sebuah hukuman. Dia yang penuh dengan aura kegelapan, banyak menyimpan kepedihan, hadir dalam kehidupan SMAku yang biasa-biasa saja. Secara tak sadar, takdir membawaku untuk membimbingnya kembali hidup. Kembali dari kehidupannya yang redup menjadi cerah lagi. "Kau tau arti namamu? Ian berarti anugrah dari Tuhan. Mungkinkah kau anugrah dari Tuhan untukku?" -Lana "Orang yang harus kujauhi, orang yang harus kuhindari, sekarang dalam dekapanku. Unbeliveble." -Ian --- Ps: first story, so, tolong kasih vote atau comment ya. Love, -D
All Rights Reserved
#14
kesialan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Vericha Aflyn ✔️
  • FLASHBACK [COMPLETED]
  • Regrets of Love
  • NYAMAN [Proses Revisi]
  • Sosiologi Cinta (TAMAT)
  • No Longer Mate
  • The Special Class
  • Guard Your Hearts
  • Kelas A [End]
  • Jejak Waktu [Complete]

#Judul awal 180 degree.# Vericha Aflyn. Perempuan yang akan menginjak usia 17 tahun, dalam beberapa bulan lagi. Dia bukan perempuan yang haus akan popularitas, bukan pula perempuan polos. Dia hanya perempuan biasa-biasa saja, dengan kisah yang tak biasa. Dia hanya perempuan biasa, yang mendambakan bahagia. Orang baru dan cerita baru, menghiasi hari-harinya. Tuduhan, siksaan, dan cibiran ia dapatkan. Mampu kah dia bertahan? Atau harus menyerah dengan keadaan? ---------- "Jangan pergi! Ini perintah, bukan permintaan!" Icha kembali menutup matanya, membuat air mata yang tertahan di pelupuk matanya terjatuh. Dadanya semakin terasa sesak, mungkin kah dia bisa bertahan? "H-hanya sebentar!" pinta Icha dengan lemah. "Lo harus janji, bakalan bangun lagi!" Setelah itu Icha hanya mengangguk, lalu bersandar di dada Isan. "Lo y-yang harus bangunin gue." Isan mengelus rambut Icha lembut, hati Isan terasa di cubit, saat dia dapat mendengar suara nafas Icha yang teratur. Isan meraih tangan kanan Icha, dan langsung menempelkan di dadanya. Mencoba memberi tahu Icha, tentang keadaan hatinya. Tak berselang lama, Isan di buat terkejut. Debaran jantungnya terasa berhenti, dengan nafas yang tercekat. Tangan Icha jatuh begitu saja di pahanya, nafasnya pun terputus-putus. Isan menggelengkan kepalanya dengan air mata yang sudah bercucuran. Dia dekap erat tubuh Icha, menahannya agar tak pergi. Matanya menatap hamparan bintang, dan indahnya bulan. Memohon keajaiban, dan meminta kesempatan. Isan berteriak lantang, menyerukan nama Icha. Memanggilnya untuk kembali. "ICHA!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines