Wordless

Wordless

  • WpView
    Membaca 450
  • WpVote
    Vote 122
  • WpPart
    Bab 4
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Nov 7, 2016
Tidak semua kata dapat diutarakan dengan mudah. Apa yang ingin kita ucapkan, kadang terperangkap dan tenggelam di dalam lautan hati tanpa sempat disampaikan. Hal itu berlaku juga untuk Kemun, yang diam-diam menyukai teman sekelasnya saat kelas sepuluh dulu, Arfa. Untuk sekadar mengajak berbicara saja susahnya setengah mati. Mati-matian dia harus mendorong dirinya agar berani mengajak bicara Arfa. Sementara Kemun dengan perjuangannya, merancang kata bermenit-menit lamanya di balik dinding kelas untuk disampaikannya kepada Arfa saat dia lewat nanti, Arfa justru bersikap biasa-biasa saja. Entah memang tidak peduli, atau tidak peka. Dengan pembawaannya yang cuek tapi ramah, justru membuat Kemun merasa makin tertekan bagaimana melancarkan usahanya agar bisa dekat dengan Arfa. Arfa tidak pernah tahu bahwa obrolan sepele mereka dapat membuat Kemun tersenyum kegirangan bahkan sampai ke alam mimpinya. Ada lagi Aoki, cowok pindahan dari Jepang asli yang kini duduk di depan Kemun. Wajahnya benar-benar sempurna. Dengan kulit seputih porselen, mata sipitnya terlihat padu dengan bibir pink tipisnya. Tapi, ada yang lebih memusingkan lagi bagi Kemun. Bukan karena gugup atau keringat dingin yang selalu mengucur di dahinya ketika ia berhadapan dengan Arfa. Namun karena Kemun tak mampu menangkap apa yang dikatakan oleh Aoki. Dan di saat itulah, hati terbuka bukan oleh kata-kata, namun sadar bahwa sesuatu berjalan tidak seperti biasanya. ⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫⚫ • • • Copyright © 2016 by meitysttk Hak Cipta Terlindungi © 2016 oleh meitysttk All rights go to meitysttk (myself). Everything is written by me. No copyright intended. Please do not claim my words and/ or ideas as yours. Do not repost my words without giving me credit or at least, ask for my permission. Thank you. Mohon tulisan dan ide aku jangan dicopas, ditiru, atau apapun itu. Kalo kalian memang ingin memperbanyak, menulis ulang, tolong dengan sangat, izin ke aku dulu. Izinlah baik-baik dan tidak mencurin
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#174
jepang
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Villain Also Has A Reason [END]
  • BE MINE!! [Forth Coming]
  • Dancing On Ice In The Moonlight #1 [ END ]
  • I WAS BORN TO BE ALONE [END]
  • Kaisar, Tolong Abaikan Saya! [END]
  • CLOSER
  • Keano
  • Another Side of You
  • Heroin Of Emores 【END - TERBIT】

Kehidupanku begitu indah dan penuh dengan warna. Tidak semua orang memiliki keistimewaan untuk menghidupi kehidupanku. Aku cinta penuh terhadap Ibu dan ayahku yang membesarkan Aku. Dan Aku cinta semua teman sekolahku meskipun perseteruan dan masalah ada di antara kita. Tetapi semuanya sirna dalam satu jentikan jari. Hanya butuh satu insiden saja untuk mengakhiri hidupku di dunia ini. Aku melihat tubuhku sendiri penuh dengan darah, dan tulang yang patah dan rapuh. Satu momen yang berlangsung selama 5 menit saja bisa menghancurkan kehidupan yang dibangun bertahun-tahun. Namaku Angeline dan umurku masih 14 tahun. Sebagai arwah gentayangan. Aku berkelana ke tempat-tempat familiar dan menemui mereka yang terdekat dengan aku. Dari sekian banyaknya teman-temanku yang terdekat, seorang anak di kelasku yang dianggap aneh adalah satu-satunya yang hidup yang bisa mendengar perkataanku berkat dari talenta kususnya. Dan dari terjalinnya komunikasi antara Aku dan Alina, kita menciptakan sebuah persahabatan yang baru di tengah-tengah duka dan tragedy. Sebagai roh orang mati, Aku berprasangka akan menghabisi akhiratku di dalam penyesalan, amarah, dan binasa. Seperti apa yang banyak orang pikir sebagai hantu gentayangan yang haus akan balas dendam, meminum darah anak-anak, dan membawa ketakutan, kutuk, dan mala petaka kepada yang masih hidup. Tetapi Aku tidak pernah berpikir mengenai balas dendam ataupun kebencian kepada siapapun. Aku tidak tega untuk menyakiti orang lain semenjak Aku masih kecil dan begitu juga setelah Aku mati. Aku selalu membantu orang yang lemah, dan menemani mereka yang kesepian. Demikian hal yang sama juga yang ingin kuliakukan sepanjang kematianku sebagai roh yang tersesat. Banyak sekali yang kudapatkan di sepanjang pengalamanku sebagai roh mati. Terutama dengan bangkitnya kuasa gelap yang melandai ibukota, menyelamatkan perempuan yang hampir mati, dan melawan para penjahat. Apakah kematian ini adalah akhir dari riwayatku. Atau awal kehidupan yang baru?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan