DIKALA SENJA AKU MENGENAL CINTA

DIKALA SENJA AKU MENGENAL CINTA

  • WpView
    GELESEN 314
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 2
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Sa., Juli 2, 2016
Indahnya pelangi mengekor ke arah langit, Pelukan hangat sang mentari yang kian bersinar terik, Cerah sang awan di iringi hujan rintik rintik, Memetik selarik kisah hidupku bersama kisahmu... Waktu berputar adalah cinta darimu, Senyum kasihmu pancarkan indah padaku, Harum aromamu yang mengusik relung jiwaku, Segenap rasa yang hadir kian membelenggu, Kesucian cinta darimu akan datang dikala senja tapi tidak untuk berakhir dikala fajar... Karya : Anandhita Arnelya R
Alle Rechte vorbehalten
#289
jatuh
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Air Mata Cinta
  • Naturaloves
  • Dua Tahun Tersulit [END]
  • »The Love Behind Secrets!
  • Secangkir Teh | Selesai
  • REGATHAN [END]
  • KAMU YANG KUSEBUT RUMAH (END-MASIH LENGKAP)
  • Senja Dan Rindu
  • Ayesha

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien