Two Love Angel Chapter 1

Two Love Angel Chapter 1

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sat, Jul 2, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Rahel VOP Aku berjalan setengah tergesa-gesa memasuki gerbang sekolah. Aku bernafas lega melihat gerbang sekolah masih terbuka lebar, itu artinya aku tidak telat di hari pertamaku masuk sekolah di SMAN Pelita. Padahal matahari sudah terlihat entah karena memang pagi ini hari yang cerah atau aku yang datang kesiangan. Kata ka Renata bilang ini sudah hampir jam delapan pagi kurang 15 menit. Tapi lihatlah aku telah di bohongi oleh ka Renata sekarang. Buktinya ini masih jam 07.20 menit berarti masih ada waktu tersisa 40 menitan lagi ke bel masuk. Sial.. mana mau aku menunggu di kelas baruku itu sendiri didalam sana sampai keadaan benar- benar ramai. Tidak, sepertinya ada cara yang lebih tepat dari itu.. ku tunggu saja ka Renata di depan gerbang sana. Ah benar.. kalau ka Renata sudah datang aku akan memarahinya. Huh... sudah 10 menit aku menunggu di gerbang sini tapi ka Renata tidak muncul-muncul.. apa dia berniat bolos hari ini. Tapi mana mungkin tadi pagikan ka Renata sudah berpaka
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Bungsu?! (Boboiboy Solar) [TERBIT]
  • The Mystery Of Nusa Bangsa School
  • Please Say I Love You [END]
  • TIME will TELL {On Going}
  • Rumah Tujuh Pintu [Boboiboy Elemental]
  • Back To Home

Aku marah bukan berarti aku benci kalian! Aku hanya kesepian. Aku kesepian kak... Tidakkah kalian melihat itu? Aku merindukan ayah yang dulu memelukku Aku, merindukan kalian yang tidak pernah bisa ku gapai *** Ini kisah [Name], si bungsu elemental yang kehilangan segalanya. Bunda, ayah dan saudaranya. Ketujuh elemen menganggap dia egois yang menyebabkan mereka kehilangan orang tua. "Ini salah bocah itu!" -Blaze "Aku benci anak itu!" -Solar "Dulu kita kehilangan bunda juga karena dia," -Taufan "Kak, jika dia tidak ada. Apa bunda dan ayah masih hidup?" -Duri "Sebenarnya, [Name] terlalu kecil untuk disalahkan. Jika ku pikir lagi [Name] tidak salah akan kematian bunda. Tapi untuk ayah, dia memang salah. Dia melihat sendiri bagaimana wajah pucat ayah, kenapa dia tetap memaksa pergi?! Dia sama sekali tidak peduli!" -Ice "Aku kehilangan dua kali karena kau bocah!" -Halilintar "Kak gem disini, adikku tidak sendirian." -Gempa ⚠⚠⚠ BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik monsta. Saya cuma meminjam karakternya Cerita ini murni pemikiran saya Akan ada kemunculan tokoh imajinasi milik saya

More details
WpActionLinkContent Guidelines