Filosofi Kopi 2

Filosofi Kopi 2

  • WpView
    Reads 4,916
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 7, 2016
Ben ketika berumur 17 tahun selalu dihadapkan oleh pilihan sulit dalam hidupnya. kemunculan Dee sebagai wanita Pernacis membuat keadaan semakin tidak membaik. Petuah demi petuah dia terima dari geti nya sebuah kehidupan. Di satu sisi, Jody mengalami perubahan setrata kehidupan yang baik di bandingkan dengan Ben. Paris membuatnya menjadi lelaki yang begitu bertanggung jawab. Novel ini saya buat untuk sekuel film Filosofi kopi, siapapun anda selamat menyeduh kopi dengan pemanis filsafat.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reason
  • Normalnya, Ini Tidak Normal (END)
  • Sonder [✓]
  • It Takes Two To Tango
  • Coffe Shop
  • Full of Betony
  • SASHI
  • LATTE : this is one for you [Completed]
  • Secangkir Kehangatan (END)
  • Latte but Make it Love
Reason

"Tak ada alasan yang lebih indah untuk bersama kecuali karena Allah swt." ~Putri maharani~ ___ "Aku tahu, kamu nggak suka kan dijodohin seperti ini?" ucapnya lagi dengan nada sinis."Omong-omong, aku juga." Tambahnya sambil menyesap kopi ditangannya. Rani terdiam. Tersenyum miring mendengar ada nada sinis dalam ucapan pemuda itu."Kamu setuju?" itu pertanyaan yang sejak tadi ingin sekali ia lontarkan pada pemuda didepannya. Ia penasaran, sedikit sih. Ah, sudahlah. Pemuda itu berhenti menyesap kopinya lalu beralih menatap Rani. Yang ditatap terdiam menunggu dengan sabar. "Well, aku setuju." Jawabnya dengan cengiran lebar."Tapi bukan setuju dalam artian aku mau menerima perjodohan ini." Ia memberi jeda lalu meneyesap kopinya untuk yang kesekian kali. Dilihat dari tidak ada hentinya pemuda itu menyesap kopi. Rani dapat menebak bahwa pemuda di depannya ini sangat menyukai kopi sama seperti ayahnya. "Aku setuju usulan Ummi mu tadi, menurutku itu bukan ide yang terlalu buruk. Bisa dicoba." Jawabnya dengan tenang. . . . Putri Maharani. Hidupnya disekelilingi oleh orang-orang yang gagal dalam sebuah pernikahan. Membuatnya jadi membangun benteng kokoh untuk dirinya sendiri agar tidak mudah terjatuh. Lalu bagaimana jika dirinya dijodohkan dengan seorang 'Cowok sombong' yang bahkan sudah sangat dibencinya sejak pertama berjumpa? Mampukah 'si cowok sombong' tersebut merobohkan benteng kokoh yang selama ini telah dibangun oleh Rani dengan susah payah itu? *** Penasaran dengan kelanjutan ceritanya? Mari kita simak bersama-sama dengan menambahkan @Reason kedalam perpustakaan anda;)

More details
WpActionLinkContent Guidelines