Back In To Trouble

Back In To Trouble

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 8, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Kalian tahu pasti tentang "World Surfing League" ♡ Siapa yang tak suka dengan surfing? Olahraga air yang sangat diminati kebanyakan warga di dunia ini. Tak menutup kemungkinan juga dengan 'Alkandiaz Rergaldes', seorang bocah berusia tujuh tahun yang sudah profesional melakukan surfing namun mempunyai musuh yang merupakan musuh keluarganya juga. Tanpa disangka ini berakibat fatal dan sangat mengancam keselamatan bagi semuanya dan paling penting terhadap anak perempuan keluarga itu 'Aisyila Rergaldes' Ancaman itu menyebabkan keluarganya menghapuskan jejak dan meninggalkan alkandiaz sendiri disana. Keadaan membaik namun tampa disangka -sangka setelah keadaan membaik dan berkumpulnya keluarga itu kembali para penjahat itu melancarkan aksinya. Apa yang terjadi? Ikuti kisah ini ya
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Promise or Leave
  • THE PERFORMANCE_QUEEN👑💋⚠️
  • Constellations From The Room
  • RUBY ANDROMEDA (TERBIT)
  • How To Be A Good Mother
  • transmigrasi antagonis boy (Completed)
  • Family Of Dirgantara []
  • AYKARLAND

WARNING!!! Foto cover ambil di pin. Cerita ini hasil dari pemikiran ku sendiri. Kalau ada kesamaan nama tokoh, Cerita, serta judul itu berarti karena murni sebuah ketidaksengajaan. Ada beberapa kalimat dan bahasa kasar di dalam cerita, mungkin ada sedikit adegan kekerasan, baik verbal maupun nonverbal. Jika tetap terus melanjutkan harap bisa mengambil sisi positifnya. Yang jelek di buang, ambil yang baik baik saja. Sebaiknya follow dulu sebelum membaca. . . . "Selama aku bisa melakukannya sendiri aku tak butuh yang namanya laki laki." "Bahkan laki laki itu tak becus menjalani perannya." "Makhluk tak berguna itu tak pantas ada." "Dia bahkan memberi luka tanpa penawar." "Mengenal salah satunya saja termasuk bencana." "Menganggap Makhluk itu adapun rasanya enggan." "Kalau saja bisa, akan gue bunuh semua makluk tak berperasaan itu." "Mari kita bantai habis mereka!" mereka tertawa keras dengan tangan saling merangkul satu sama lain. "DENGAR GIRLS! MEREKA TIDAK BISA MENINDAS JIKA KITA SELALU BERSAMA." "SETUJUUUUUUU." Mereka berteriak keras di tepi tebing terjal, suara teriakan mereka menyatu dengan deru ombak di bawahnya. membagi luka dengan lautan, itulah yang mereka lakukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines