We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Senyuman Palsu

Senyuman Palsu

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 3, 2016
WpInfo
Non-Fiction
Senyuman Palsu Aku melihat seorang wanita sedang duduk di taman dengan muka yang sedih membuat ku ingin menghampirinya namun aku tak berani menghampirinya, aku takut mengganggu kesendiriannya tetapi aku ingin mengetahuinya apa yang membuatnya sedih, aku mencoba menghampirinya. "Halo, sedang apa kamu duduk sendiri disini ?"tanyaku "Oh tak apa aku hanya sedang ingin melonggar kan otak ku dengan duduk di taman". "Apakah aku mengganggu mu?" "Tidak, aku tidak merasa kamu mengganggu ku, duduk lah disini." "Baiklah, terimakasih" Aku duduk di samping nya lalu aku memulai perbincangan mengenai dirinya. "Apa yang membuat mu terlihat sedih seperti ini?" "Aku tidak apa-apa" "Benarkah,kamu tidak apa-apa, aku melihat mu tampak sedih ketika ku berjalan menuju taman. "Aku tidak apa-apa" Tetapi wanita itu mengatakan kata yang sama kembali "tidak apa-apa" aku mengerti mengapa wanita itu selalu mengatakan tidak apa-apa tetapi aku ingin mengetahuinya apa yang membuatnya tampak sedih, aku mencoba bertanya kepadanya satu kali lagi. "Apa yang membuat mu tampak sedih,aku akan membantu mu " "Aku tidak apa-apa"sambil tersenyum "Yakin,kamu tidak apa-apa" "Tentu aku baik-baik saja,terimakasih kamu sudah menemani ku" "Baiklah aku tak dapat memaksa mu, tentu sama-sama" Aku tak dapat memaksanya wanita ini tak ingin memberitahuku apa yang membuatnya sedih,tetapi aku mengetahui mengapa wanita ini tak ingin memberitahuku kesedihannya karena wanita ini tak ingin ada orang yang mengetahui kesdihannya hanya cukup dia seorang lah yang mengetahui kesedihannya, bahkan aku melihat mukanya yang sedih namun dia mencoba tersenyum dan berbohong melalui senyuman yang ia tunjuk kan kepadaku. apabila ceritaku jelek mohon kritik dan saran terimakasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bandung Dan Segala Lukanya
  • best friend and twilight
  • RUMAH KECIL ITU by : Plavana
  • MIRROR | Jay ✓
  • Pelakor? Yes, I'm! (BOOK 1)
  • Silent Scars | Orine
  • She Is Mine ! (EXO Oh Sehun)
  • MORALLESS
  • Plot Twist - Hartono's Fam [END]

"Bianca, kamu tampak sempurna. Apa kamu tidak lelah?" Aku menunduk, tersenyum pahit. "Kak, aku tidak sempurna... bahkan jauh dari kata itu. Aku terlalu kotor untuk disebut sempurna, bagaikan ulat kecil yang bersanding diantara kupu-kupu indah." Pikiran ku berkecamuk, aku tahu betapa kecilnya diriku-seperti beban yang tak diinginkan, hama yang tak berguna. Aku merasa kotor, lemah, menyusahkan. Kadang aku bertanya-tanya, kenapa hidup begitu terasa menghukumku? Apa tujuan ku hidup? Apa yang membuat Tuhan, mentakdirkan diriku untuk terlahir di dunia? Namun, di tengah kekelaman itu, aku bertemu dengannya-Seovurt Skara Vieun. Kehadirannya seperti cahaya yang menembus dinding sepi di hatiku. "Kak Seovurt, kata orang Bandung itu indah," ucapku perlahan. Dia hanya tersenyum, tatapannya seakan melampaui waktu. "Memang, tetapi tidak dengan kenangan-kenangannya. Bandung terlalu menyakitkan untuk sekadar disebut kota kembang." Seovurt... Dia seperti payung di tengah badai. Memberiku perlindungan yang membuatku merasa berarti, meski hanya sejenak. Seovurt, entah mengapa kamu begitu hidup dalam hatiku. Tapi, bolehkah aku menjadi egois? Menginginkan dirimu seutuhnya, berada di sampingku setiap hari? Hidup bersama, hingga memiliki beberapa anak kecil versi mini dari mu dan aku. Indah bukan? Aku, selalu berharap kita di takdirkan oleh semesta begitu juga Tuhan. Semoga. Cr : pinterest © Saulmumz © Saaulmum ⚠️ Saya tidak plagiat dari cerita manapun!

More details
WpActionLinkContent Guidelines