Heart Attack

Heart Attack

  • WpView
    Reads 146
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 17, 2016
Jangan tanya aku apa artinya keberadaan yang sesungguhnya karena aku pun tak tahu bahkan aku saja tidak pernah merasakan keberadaanku dianggap. Bukan, bukan karena ku cacat tapi karena ku istimewa Ya aku Park Yeri aku memilki kekuatan listrik sejak lama. Jadi jika jantung ku berdenyut kencang aku akan menghantarkan listrik ke benda-benda sekitarku sejujurnya aku juga tidak ingin memiliki kekuatan seperti ini. Ini disebabkan karena pada saat ku kecil aku menjilat freezer kulkas ku tanpa sengaja dan *boom* aku mendapat kekuatan listrik ini. Jadi Appa dan Eomma ku memasangkan jam tangan khusus denyut jantung untuk mengukur seberapa cepat denyut jantung ku. Jika denyut jantung ku semakin cepat itu menandakan aku harus jauh-jauh dari alat elektronik. Kalu tidak alat - alat itu akan hancur karena tersengat kekuatan listrik ku Bagaimanakah yeri bisa bertahan dengan Heart Attacknya? Hi ini ff pertama ku cerita ini terinspirasi sama film thailand. Semoga kalian suka ya Enjoy the story
All Rights Reserved
#53
yeriredvelvet
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Black Out III
  • Your Eyes Tell | [END]
  • Flavor | seulrene ✓
  • Drift ─ Seulrene ✓
  • I'm So Sick  |  Taehyung X Yerim
  • Criminal ─ Seulrene ✓
  • Lemon ─ Seulrene ✓
  • Really Bad Boy||Jungri (BtsVelvet)||End
  • Broken Silence [SEULRENE]

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.

More details
WpActionLinkContent Guidelines