Prolog
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 4, 2016
Angin musim dingin berembus melewati kulitku dengan lembut. Sensasi dingin membekas di wajahku. Perlahan-lahan, ujung tanganku dingin dan hampir menuju ambang kebekuan. Tapi cepat-cepat tanganku ku masukkan ke dalam saku jaketku. Melihat pemandangan matahari terbenam di atas rumah sebelum musim dingin tiba merupakan rekomendasi yang bagus. Tak berapa lama kemudian, cahaya matahari meredup termakan waktu dan meninggalkan langit yang bersemburat merah dan jingga menjadi warna biru kehitam-hitaman yang kelam. Aku membalikkan badan lalu berjalan meninggalkan atap. Berharap kalau orang tuaku tak mencariku agar tempat persembunyianku tak di ketahui. Semakin lama ku melangkah, langkahku menjadi cepat. Pikiranku berputar akan pesannya orang tuaku untuk membersihkan kamar tamu karena nanti malam akan ada yang datang. Aku bertanya-tanya dalam hati, siapakah tamu itu? Apakah aku bisa mengakrabkan diri dengan tamu itu? Dan aku justru sangat mengharapkannya. Note* Tehe~~ Semoga kalian suka!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SWEET LOVE [ON GOING]
  • Dua cangkir satu Meja
  • Deep End ✓
  • A R S E A N A
  • Indifferent Prosecutor Girl [Completed]
  • Eliinaa
  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • Sehari Untuk Selamanya
  • Bertumpu
  • Hai, Kak! (END)

SWEET LOVE. . . Aku berjalan menunduk, menatap rumput yang sejak tadi ku tapaki tanpa alas kaki. Rasanya dingin karna masih ada sisa air hujan yang membasahi rumput-rumput itu. Langkahku terhenti, seseorang berdiri tepat di hadapanku. Aku mendongak, ku dapati wajah yang paling ku senangi. "Jalan liat ke depan, bukan nunduk," katanya sembari tersenyum ke arahku. "Karena aku tahu, kamu akan menghampiriku." jawabku Ku balas senyuman itu. "Ya benar. Aku akan selalu menghampirimu saat kamu melakukan hal yang akan membahayakan dirimu sendiri." Aku tersenyum lagi. "Perhatian sekali. Apakah kamu menyukaiku?" tanyaku dengan berani. Setelahnya aku mengutuki diri karena berani menanyakan hal paling gila padanya. "Butuh jawaban?" tanyanya. ⚠️ attention : - cerita ini masih dalam tahap pengerjaan jadi di mohon sabar - bahasa di dalam cerita ini tidak terlalu baku, jadi mohon maaf jika ada kesalahan bahasa - semua foto yang ada di dalam cerita ini juga diambil dari pin - di mohon jangan copy cerita ini ENJOY AND HAPPY READINGG!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines