We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Chapter 1

Chapter 1

  • WpView
    Reads 12
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Mon, Jul 4, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Langkahku menggema di dalam koridor yang sepi. Kalau kalian beranggapan kalau rumahku adalah sebuah rumah besar yang kosong dengan satu perempuan sendirian di dalamnya itu salah. Aku mempunya banyak saudara. Dan aku sendiri adalah anak bungsu. Sebagian dari kami, tujuh bersaudara ada yang sudah berkeluarga dan sisanya masih dalam jenjang pendidikan. Aku terus melangkah hingga akhirnya sampailah aku tepat di depan kamar tamu yang akan hendak kubersihkan. Peralatan bersih-bersih ku taruh di lantai lalu dengan segenap kekuatan aku mendorong pintu berdaun besar itu hingga menimbulkan derit pintu yang kasar. Aku mengambil peralatan dan masuk. Kamar yang kumasuki masih tertata rapi di dalamnya tetapi sedikit debu. Mulailah perjuanganku dalam bersih-bersih. Mejaku lap, lemari dibersihkan lantai di sapu dan akhirnya, kamar tamu menjadi benar-benar bersih. Aku tersenyum senang dan yang harus aku lakukan adalah menunggu tamu itu di lantai bawah. Seperti apakah tamu itu? Bersambung~
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "PERJUANGAN CINTA BEDA AGAMA"
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • JASA [TAMAT]
  • Living with Brothers  [TAMAT]✓
  • ALEXON [END]
  • ALVIN (On Going)
  • ALBARISUS ✔
  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • Don't Talk About Money

Angin yg berhembus lembut di pipi disertai dengan suara adzan subuh yg telah berkumandang yg membuatku terbangun dari tidurku dan langsung bersiap siap untuk mengambil air wudhu dan setelah itu aku langsung memakai mukenahku dan turun menghampiri keluargaku yg sudah menungguku di musholah rumah,tangga demi tangga rumah yg kuturuni membuat semua keluargaku melihatku ,aku tersenyum sipuh sambil merasa malu yg membuatku harus berjalan sedikit cepat karena azan yg sudah selesai dikumandangkan,kami pun langsung mengerjakan sholat subuh berjamaah.setelah sholat subuh kami pun langsung menyetor ayat al- quran sedangkan bunda dan kakak iparku menyiapkan serapan untuk kami . Ayah mengajari kami tajwid demi tajwid yg ada di dalam al-quran ,sedangkan adikku yg menjengkelkan itu mengejekku dari belakang ayah yg membuat ku geram dan ingin sekali memberi pelajaran padanya ,tapi...apa boleh buat dia berada pas dibelakang ayah jika aku memberi dia pelajaran sekarang ayah pasti memarahiku ,karna kata ayah "kalo kita digangguin atau dihina orang lain anggaplah itu sebagai cobaan yg diberikan Allah Swt untuk mengecek seberapa kuat iman kita ". itu sebabnya yg membuat ku tetap bersabar jika aku digangguin oleh adikku yg menjengkelkan itu .setelah setoran ayat suci al-quran ayah pun langsung menuntun kami untuk berdoa ,disaat aku sedang berdoa tiba-tiba ada yg membisikkan ku "jangan lupa doain jodoh kakak biar bisa cepet ta'arufan ".aku langsung melihat kearah bisikan itu dan melihat adikku tepat ada di sebelah ku ,ketika aku melihatnya dia berpura pura berdoa dengan khusyuk . huffff.....sangat menjengkelkan (lekatku dalam hati)sabar....sabar....humairah.....(tambahku dalam hati)doa yg dipanjatkan oleh ayah pun selesai kami semua langsung berbaris rapi sambil menunggu untuk menyalam dan mencium tangan ayah .

More details
WpActionLinkContent Guidelines