Salju yang menangis

Salju yang menangis

  • WpView
    MGA BUMASA 100
  • WpVote
    Mga Boto 13
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Mon, Jul 11, 2016
"Maukah kau menikah denganku?" Hei,darimana datangnya manusia gila ini? Ya Tuhan,di luar itu dingin,dan dia datang tiba-tiba,bahkan aku tak yakin dia seorang muslim melihat tingkah linglungnya tadi. "Tuan,mungkin dingin membuat otak anda membeku ya?Bagaimana kalau anda mencari tempat lain untuk anda jadikan temoat berteduh,mungkin?"Sindirku kasar berharap ia pergi. "Aku serius,Nona." Ia menjawabnya dengan mata yang sialnya,aku tak menemukan kebohongan di dalamnya,aku menatapnya dengan tak percaya.Jangan kira aku bodoh ya!Laki-laki gila! "Dengar,Tuan... AH siapalah namamu itu aku tak peduli!Apa kau begitu kepada semua gadis yang 'baru' kau temui,hah?" Ia mendelik tajam ke arahku,aku bahkan mulai merasa takut sekarang,aku menutup pintu tapi aku rasa pintunya belum tertutup sepenuhnya. Sial!Dia menahan pintunya,
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Kenapa Harus Indah [FIKSI]
  • DIBALIK DINGINMU, ADA AKU.
  • TERJEBAK DALAM RASA [TERBIT]
  • Ada Apa Dengan Waktu ?
  • Tahajjud Cinta [END]
  • Terpaksa Menikah
  • Accidental' (END)
  • Wedding on Paper ✓Tamat
  • Keabadiaan || Bara ( Belum Di Revisi )

Tiba-tiba dia mengeluarkan pulpen di sakunya lalu dengan cepat dia mendorong leherku dengan tangannya ke tembok. Aku terdesak. Tatapannya tajam dengan pulpen berada tepat di depan mataku... sangat dekat. "Klak !" ia menekan bagian atas pulpen sehingga sekarang pulpennya muncul keluar. "Glek," aku menelan ludah. "Dengar, aku ingin kau menyimpan rahasia ini. Dengan bagitu aku akan membiarkanmu sehingga kau dapat mengetahui tujuanku dari melakukan hal ini." YA ALLAH ! Peristiwa apa ini?! Aku masih SMP kelas dua yang akan naik kelas tiga. Sebenarnya siapa manusia ini? Apakah dia intel?! Mata-mata?! Pembunuh bayaran?! Siapa dia sebenarnya?! Akun harus tenang. Jangan memperlihatkan rasa ketakutan, santai, santai Mamang. "..." APA MAKSUDNYA PULPEN ITU?! Pulpen itu sungguh, benar-benar dekat. Hampir menyentuh bola mataku. Aku harus tenang, santai, santai Mamang.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman