Tiba-tiba dia mengeluarkan pulpen di sakunya lalu dengan cepat dia mendorong leherku dengan tangannya ke tembok. Aku terdesak. Tatapannya tajam dengan pulpen berada tepat di depan mataku... sangat dekat. "Klak !" ia menekan bagian atas pulpen sehingga sekarang pulpennya muncul keluar. "Glek," aku menelan ludah. "Dengar, aku ingin kau menyimpan rahasia ini. Dengan bagitu aku akan membiarkanmu sehingga kau dapat mengetahui tujuanku dari melakukan hal ini." YA ALLAH ! Peristiwa apa ini?! Aku masih SMP kelas dua yang akan naik kelas tiga. Sebenarnya siapa manusia ini? Apakah dia intel?! Mata-mata?! Pembunuh bayaran?! Siapa dia sebenarnya?! Akun harus tenang. Jangan memperlihatkan rasa ketakutan, santai, santai Mamang. "..." APA MAKSUDNYA PULPEN ITU?! Pulpen itu sungguh, benar-benar dekat. Hampir menyentuh bola mataku. Aku harus tenang, santai, santai Mamang.
More details