PERNIKAHAN DINI : DARI BENCI KE CINTA

PERNIKAHAN DINI : DARI BENCI KE CINTA

  • WpView
    Прочтений 125
  • WpVote
    Голосов 3
  • WpPart
    Частей 1
WpMetadataReadВ процессе
WpMetadataNoticeLast published втр, июл. 5, 2016
CINTA Tak dapat dipungkiri, bahwa CINTA dapat mengubah segalanya. Dari yang dulunya (waktu kecil) benci2an kyak kucing ama anjing. Yah itulah Rima dan Digo. Sepasang teman bukan! Apalagi sahabat , noo! Mereka dipertemukan lagii setelah 10 tahun tak bertemu. Dari wajah yang lugu,begal,nakal. Berubah jadi seseorang yang amat dewasa. Keduanya dipertemukan dalam situasi yang sulit , yaitu CINTA. Perasaan terbendung dendam yang amat dalam antara keluarga mereka. Membuat perasaan CINTA antara Rima dan Digo sedikit dmi sedikit terkikis. Akankah Rima dan Digo, menemukan jalan untuk menyatukan kedua keluarga mereka? Apakah mereka akan melakukan segala hal, apa saja untuk dapat mempertahankan CINTA mereka ? #PERNIKAHAN DINI
Все права сохранены
#20
pernikahandini
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

Вам также может понравиться

  • Don't call it love!
  • Trial & Error
  • Secret Of Marriage
  • Restore Me | TAMAT✔
  • Paper Heart (Sekuel Velvet Love)
  • Jingga di Langit Biru
  • TOXIC!
  • My Bromance [18+] End
  • Pengantin Pengganti [TAMAT]
  • Persahabatan dan Cinta (OnGoing)

Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"

Подробнее
WpActionLinkТребования к контенту