Maybe Yes Maybe No

Maybe Yes Maybe No

  • WpView
    Reads 1,396
  • WpVote
    Votes 88
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 30, 2016
"Mati gue..kok bisa ketinggalan ya. Perasaan tadi pagi udah gue simpan deh." aku membongkar seluruh isi tasku sedang mencari sesuatu,saat Lidya datang dan menyapa. "Lo lagi ngapain Day? Kok pagi-pagi gini udah panik gitu sih. Lo nyari apaan?" tanya Lidya sambil duduk disampingku.Aku sempat tak menghiraukan pertanyaan tersebut. Beberapa saat ketika menyadari bahwa Lidya sedang memelototiku,baru menjawabnya. "Ehh!! Lid, sorry.lo nanya apaan tadi?oh ya.. Itu agenda gue hilang tapi perasaan udah gue cek deh tadi pagi."Ya ..aku sedang mencari dua agenda yang berisi design pakaian untuk lomba nanti sore.Pagi tadi saat akan berangkat sekolah, aku sudah menyimpannya didalam tas. Tapi saat tiba disekolah dan memeriksanya, benda itu lenyap begitu saja dari tasku. "Agenda lo yang warna biru atau merah?"pertanyaan Lydia membuatku curiga." dua-duanya punya gue. Sini balikin!"Aku menyodorkan tangan didepannya karena pertanyaannya tadi membuat aku menduga bahwa dia yang mengambilnya." ehh enak aja lo kalo ngomong..jangan nudu sembarangan dong denger dulu..agenda lo kayaknya dipegang sama-- Julio"Lidya mengucapkan nama itu dengan terbata-bata, karena takut aku memarahinya. Julio adalah nama yang paling sering disebut diSMA Karya. Nama itu juga adalah nama yang paling membuatku risih Tapi justru dialah yang kemudian mengejutkanku dengan.......Sihir
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Just Remembrance!
  • Laura Lateranita Putri Victor
  • Badgirl Vs Ketos(ongoing)
  • HIGH SCHOOL ( END ).
  • PaSuTrik (Pasukan Suami-istri Prik)
  • ANTAGONIS MOTHER || REVISI
  • kiara's dream
  • HELLO DEAR
  • ANNISA {ON GOING}
  • My Duchess / End

Untuk : Ardian Entah bagaimana aku bisa memulainya. Tapi, ada sesuatu yang aneh terjadi padaku. Aku tak tau sampai kapan aku begini. Menanti cinta yang tak pasti. Ingin rasanya aku membisikkan kata cinta untuk hatimu. Agar kau bisa melihat besarnya rasa cintaku. Mengenaliku. Menemaniku menyusuri labirin-labirin kehidupan. Membantuku menyebrangi samudra tantangan. Hingga menemukan hilir kehidupan yang kekal. Aku ingin bersamamu menikmati hidup ini. Namun, apakah semua ini hanyalah sesuatu yang abstrak? Yang tak mungkin terjadi? *** Untuk : Krystal Kau, yang sebenarnya sudah berhasil sejak awal. Aku hanya ingin mengatakan itu. Sejak kali pertama kita bertemu di tempat pendaftaran teater. Kau yang menelponku, kau yang akan jatuh konyol dari panggung, kau yang menaruhkan kue cokelat di motorku, kau yang menyelipkan surat cinta di kue itu, kau yang menemaniku saat memasang poster, kau yang berada satu kelompok bersamaku saat olimpiade, kau yang menyanyikan musikalisasi puisimu saat di café, dan kau yang selalu berwajah konyol saat bertemu denganku. Itu semua sudah berhasil membuatku jatuh cinta padamu. Walau waktu kita selalu tidak tepat, tapi aku berharap, ini waktu yang tepat. Aku mencintaimu. Aku sangat mencintaimu. Ardian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines