Janji Kinan

Janji Kinan

  • WpView
    Bacaan 38
  • WpVote
    Undian 3
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sel, Jun 26, 2018
WpInfo
Bukan fiksyen
Aku berlari ke arah kebun singkong tetanggaku, Aku menoleh kebelakang, Dia datang dengan membawa sebuah kayu rotan yang biasa dipakai Ibu untuk menjemur kasur. Aku kehilangan fokus, dan tubuh kecilku terhempas karena tersandung akar-akar tumbuhan yang merambat di kebun itu. Dadaku sesak menghantam tanah. Aku mual lalu ingin muntah. Siku dan lututku berdarah, bibirku juga perih, dan mulutku asin seperrti ada cairan yang merembes dari bibir dan masuk ke dalam mulutku. Lalu aku dipukulinya seperti babi yang tak berharga.
Hak Cipta Terpelihara
#30
familystory
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • A Bittersweet farewell  ( Sudah Lengkap Mari Di Baca)
  • Saudara Tiri || Ending ✅
  • Aku
  • from school with love
  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • ALRIN
  • Stay, Even When It Hurts
  • INTAN (Cerita Pendek - End)
  • KULAKUKAN SEMUA UNTUKMU

Pertemuan yang manis yang Tuhan rencanakan untuk sebuah waktu yang singkat namun bermakna dalam sein dengan tidak sengaja bertemu dengan anak dari teman papanya dan pertemuan kembalinya sein dengan paman nya dan sein terlibat dalam membuat kejutan rencana ulang tahun untuk anak pamannya tersayang dalam pertemuan singkat itu semua hal terjadi sebuah kekaguman kecewaan persahabatan ikatan baru yang telah lama tidak terjalin beberapa bulan sembelum sein menyelesaikan bangku sekolah menengah atasnya akankah bertemunya kembali membuat sein akan menetap di Indonesia atau berpisah untuk mengejar mimpinya di luar negeri. Sein pergi seperti biasa pada hari libur ke kebun raya Bogor, sesudah keliling keliling naik sepeda sein pun beristirahat Sambil menyantap makanannya , tiba tiba seorang gadis duduk di sebelah sambil berbicara. "Boleh minta makanannya tuan? " Sein yang keheranan pun memutar bandan , ke arah gadis itu, meskipun keheranan sein tetap membagi makanannya, terdiam sesaat sein pun kemudian bertanya. "Kau datang ke sini sendiri?" " Tidak bersama pengasuh ku dan paman supir" "Lalu dimana dia sekarang ?" " Tidak tahu, tadi aku pergi sendiri ingin membeli dan tergiur satu makanan, tapi ternyata aku tidak memiliki uang tepat aku berbalik ternyata, aku terlalu jauh pergi dari mereka jadi sekarang aku tidak tahu mereka dimana, mungkin sedang mencariku, aku tidak sanggup mecari mereka karna aku lapar, jadi aku menghampirimu untuk membagi makanan sedikit untukku" "Bagaimana jika aku penjahat?" "Tidak mungkin, muka tuan seperti orang baik, bisa diam dulu tidak ,aku ingin makan!" Sein pun diam, sehabis makan, gadis itu meminta air minum. "Boleh aku minta air nya?" " Tidak , itu bekas, apa ingin membeli yang lain" "Tidak apa apa yang ini saja"

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi