Ichaa(!)

Ichaa(!)

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 5, 2016
Anisaa Revelia. Seorang bocah, yup. Orang-orang kelihatannya lebih nyaman memanggilku begitu. BOCAH. Menyebalkan, sebenarnya, mengingat usiaku yang akan segera memasuki angka 17 ini. Aku tau, tubuhku tergolong mungil dengan tinggi 156 cm ini. Juga usiaku yang bisa dibilang kecil jika dibandingkan dengan teman-teman satu jurusan atau bahkan satu fakultas denganku. Terutama Rey. Cowok menyebalkan yang tidak bosan-bosannya mengusik hidupku. Tidak bisa, ya, mereka menghargai aku sediki..t saja. Setidaknya otakku membuktikan kalau aku pantas berada di sini. Dan aku BUKAN bocah. Garisbawahi itu.
All Rights Reserved
#2
putihabu2
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Number You Are Trying to Reach is Not Reachable
  • 1 Kelas, 42 Rasa ✔️
  • Putih & Abu-abu
  • TentangDya
  • Only You Can Love Me This Way (ON GOING)
  • (✔) METANOIA
  • THE NEW GIRL [SELESAI]
  • 30 Days and Dare [Chanbaek-END]
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]

Katanya, aku genius dan hidupku kelewat serius. Padahal aku tidak merasa seperti itu. Oke, aku memang pernah menggelar pentas tunggal dari drama Shakespeare yang semua dialognya kuubah sendiri jadi bahasa Jawa waktu aku kelas lima SD. Waktu kelas empat SD, aku selesai menghafal seluruh isi KBBI. Aku bisa berbicara dalam bahasa Sansekerta dan memahami isi prasasti semudah orang-orang memahami isi majalah. Koleksi piala dan medali olimpiadeku (baik akademik maupun non-akademik) mungkin lebih banyak dari jumlah perempuan yang dilirik Zeus. Aku masih kelas sepuluh, tapi aku sudah iseng-iseng ikut beberapa TO SBMPTN, dan dapat nilai paling tinggi di antara anak-anak kelas dua belas. Dan banyak hal lainnya. Tapi menurutku, masih banyak hal yang belum kulakukan. Dan aku selalu merasa tidak puas kalau belum mencoba hal baru. Aku selalu penasaran. Namun, tidak pernah terpikirkan olehku, bahwa suatu hari, akan ada seseorang yang berkata bahwa aku harus mencoba jadi cewek normal. Jangan terlalu serius. Katanya, jadi remaja normal itu asyik. Nah, sudah kubilang kan, aku selalu penasaran? --- #10 in Teen Fiction [23/07/16] [cover by me + prohngs lol]

More details
WpActionLinkContent Guidelines