We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
About VaLe

About VaLe

  • WpView
    Reads 899
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 18, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
'We are over now, gue pergi.' Kalimat itu diucapkan dua tahun lalu oleh seorang gadis yang sekarang menduduki bangku akhir kelas sebelas. Sang lawan bicara yang mendengar kalimat mematikan itu tidak mampu untuk berbuat apa-apa, bahkan untuk mengejar gadis yang tengah berlari meninggalkannya saja dia seakan lumpuh. Hingga dua tahun berlalu, gadis itu masih asik berlari, dan laki-laki itu masih diam di tempat. The truth is, people always change after being hurt. -Aku seseorang yang membenci hujan dan laut. Dan berharap bisa menyukai senja.- Valero Jeconio Benedict -Aku seseorang yang menyukai senja, hujan, dan laut. Dan berharap tidak akan pernah membenci salah satu dari mereka.- Valerine Twenty Alexander Karena pada akhirnya, alam yang akan membentuk takdir mereka lagi. About VaLe Copyrights © 2016 by Vals - ImVals19
All Rights Reserved
#5
ramantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Langit.
  • [END] Blind Rainbow
  • Arkara [PROSES REVISI]
  • Ketraka Mafy
  • Senja dan Langitnya
  • Sekali Lagi (End)
  • [END] WHAT WE HAVE PASSED TOGETHER?
  • Aerilyn
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
Langit.

Dari Langit, untuk senja yang selalu terlihat indah apa adanya. Senja, jujurlah, kau sudah lama kan kehilangan perasaanmu? Kau sudah lama kan mengagumi bumi akhir akhir ini? Aku sudah tau, Senja. Langitmu sudah tau. Senja, harusnya kau tak datang padaku sejak awal. Harusnya kau tak merasa kasihan dengan kesendirianku. Apa aku yang salah, sudah jatuh cinta padamu? Ini bukan perkara tentang hatimu. Ini tentang isi hatiku. Isi hati langit yang bisu. Isi kerinduan semesta yang tak pernah dapat terungkapkan. Senja, mengapa kau masih disini? Mengapa kau masih harus ada di sela sela hari sepiku? Mengapa kau harus menunjukkan tatapan itu padaku? Senja, aku memang kesepian. Tapi bila memang perasaanmu sudah lama berubah, tak apa, pergilah. Senjaku, Langitmu tetap mencintaimu apa adanya. Bahkan saat ia tau kau tidak pernah mencintainya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines