About VaLe

About VaLe

  • WpView
    Reads 899
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 18, 2016
'We are over now, gue pergi.' Kalimat itu diucapkan dua tahun lalu oleh seorang gadis yang sekarang menduduki bangku akhir kelas sebelas. Sang lawan bicara yang mendengar kalimat mematikan itu tidak mampu untuk berbuat apa-apa, bahkan untuk mengejar gadis yang tengah berlari meninggalkannya saja dia seakan lumpuh. Hingga dua tahun berlalu, gadis itu masih asik berlari, dan laki-laki itu masih diam di tempat. The truth is, people always change after being hurt. -Aku seseorang yang membenci hujan dan laut. Dan berharap bisa menyukai senja.- Valero Jeconio Benedict -Aku seseorang yang menyukai senja, hujan, dan laut. Dan berharap tidak akan pernah membenci salah satu dari mereka.- Valerine Twenty Alexander Karena pada akhirnya, alam yang akan membentuk takdir mereka lagi. About VaLe Copyrights © 2016 by Vals - ImVals19
All Rights Reserved
#6
ramantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love In Paris (COMPLETED)
  • Langit.
  • SENJA DAN FAJAR
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • My Perfect BoyFriend
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Sekali Lagi (End)
  • Ex or New? [REVISI]
  • First Love And Last Love(✔)🔚
  • Arkara [PROSES REVISI]

(BEBERAPA PART DI PRIVATE. FOLLOW TO READ IT!) "Manusia tidak akan pernah abadi. Tapi cinta, akan selalu abadi bersamamu." Wanita itu berharap bahwa ia bermimpi sekarang. Bagaimana bisa, sosok yang ia ketahui sangat mencintainya, berlalu begitu saja meninggalkan jejak kepahitan. Hari berlalu bagaikan sewindu. Begitu lama. Dan selama itu pula rasa sakitnya masih bermuara di dalam sana. Hingga suatu hari, seseorang datang dalam hidupnya. Membangkitkan binar di mata birunya lagi. Membangkitkan gelora yang selama ini terpendam. Namun ternyata tidak semulus itu. Sakit hati dan kepahitan perlahan menghujaminya kembali. Sampai ia tahu suatu kebenaran. Kebenaran yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Kebenaran bahwa ia berada diantara dua cinta. Cinta yang sebelumnya sempat ia ragukan. Cinta yang begitu sempurna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines