We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Eyeglass of Love

Eyeglass of Love

  • WpView
    Reads 1,519
  • WpVote
    Votes 112
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 22, 2018
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu datang bagai embusan angin. Tak bisa kutahan. Mengenalmu membuatku merasakan fase di mana tahap demi tahap melangkah untuk maju menelusuri bagaimana luasnya cinta. Lambat-laun aku mampu mengerti dunia fana ini lebih berarti jika terbumbui oleh cinta. Sepi dan kelam pun tidak akan aku rasakan jika kamu tidak membuat hatiku terasa kacau-balau. Namun ironisnya, kamu menghalau hingga hatiku tampak lusuh dan membuat seakan kesedihan terpatri untuk menghiasi hidupku. Meskipun begitu, aku tidak akan membiarkanmu pergi bagai embusan angin. Aku akan menahanmu. Dan akan kurangkai kata di atas kertas karena kamu membuatku melihat cinta menjadi besar bagai mata melihat huruf mengenakan kacamata. [Nara Puzzano] [Cover by Fairygraphic]
All Rights Reserved
#189
nara
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Coffee Of My Life
  • HER SHADOW
  • Saat semua pergi
  • Love Is Painful
  • EVERY ROSE HAS A THORN
  • ARIANA ( Lengkap )
  • Semerah Warna Cinta [TTS #3 | SELESAI]
  • When It Rains
  • AFFAIR (Completed)
  • Antara Cinta dan Lara

Sebuah kisah cinta, kisah persahabatan dan kisah keluarga. Kisah yang menceritakan pahitnya kehidupan saat menjadi dirinya. Dia gadis bodoh yang semakin hari terdesak keadaan. Menjerit meminta tolong pada angin yang tak menghiraukannya. Apa mungkin kalian percaya pada keajaiban sebuah kesetiaan dalam penantian panjang? Ibunya mungkin suatu saat akan meninggalkannya dan pria itu mungkin bukan cinta sejatinya, tapi di sudut ruang dalam setitik cahaya yang menjadi satu-satunya harapan, ia mencoba mengukir akhir kisah yang manis. -- Sakit. Rasanya sakit sekali. Aku seperti menggores tubuhku dengan pisau yang kugenggam sendiri. Namun sebelumnya tanpa kusadari, aku terlebih dulu menikamnya. Lalu, bagaimana cara menolongnya sementara tangankupun tak sanggup lagi bergerak? Apa permintaan maaf masih bisa ditoleransi? -COMPLETED-

More details
WpActionLinkContent Guidelines