Love Never Tell The Wrong

Love Never Tell The Wrong

  • WpView
    LECTURES 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 2
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., juil. 7, 2016
Halo^^ salam kenal semua. Semoga cerita ku ini bisa sedikit mengisi hari hari kalian yaaa~~ "Tidak pernah ada kata pergi jika suatu saat memang kamu ditakdirkan untuk kembali,dan aku disini....." Perkenalkan,aku Meisa Agung Wijaya. Aku hanya gadis biasa,terkadang senang ku berkecimpung akan dunia khayal.. Well,siapa sih yang ngga suka berkutat berjam jam dengan memiliki dunia nya sendiri? Aku bisa saja berjam jam lamanya hanya duduk untuk sebesar mengamati sesuatu lalu membiarkan fikiran ku yang liar bergejolak membentuk klise bayang bahagia ku sendiri. Hi,aku Denis Rahardian. Masa remaja ku bukanlah masa remaja yang menyenangkan,aku hanya tumbuh di dunia para pemuja uang dan seluruh aksesorisnya. Istri yang cantik,uang berlimpah di tabungan,rumah mewah,mobil mengiklat yang berjajar. Sudah menjadi keharusan untuk aku memiliki nya. Jadi jangan membenciku jika aku memang berkata bahwa aku harus mendapat apapun yang aku mau,jika tidak? Maka aku akan memaksa.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • 𝐏𝐄𝐏𝐑𝐎𝐌𝐄𝐍𝐎
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • ALLAND
  • Grisella Laurensa
  • 💞Takdir Cinta💞
  • ETERNITY [END✓]
  • Ternyata Takdirku adalah Kamu
  • IF YOU

𝐊𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐬𝐢𝐧𝐠𝐤𝐚𝐭 𝐛𝐞𝐫𝐧𝐚𝐦𝐚 𝐓𝐚𝐤𝐝𝐢𝐫 * * * Membantu menemukan penyebab dibalik ditemukannya Dewi dalam keadaan mengenaskan membawaku pada sebuah pengalaman panjang. Awalnya semua biasa saja, kami datang mengucapkan bela sungkawa kepada kedua orang tua Dewi, mereka pasti terpukul telah kehilangan putri semata wayangnya. Namun semua berubah saat tanpa sengaja kulihat seorang pria datang dengan keadaan kacau menghampiri jenazah Dewi. Dia tidak menangis, tapi netranya menyiratkan suatu kemarahan, penyesalan, juga ketakutan. Berulang kali bibirnya mengucapkan kata 'maaf' tanpa suara. "Maafin gue. Lo jadi korban dari masalah gue. Maafin gue...Seharusnya gue yang ada di pemakaman ini, bukan lo, ini salah gue. Kenapa lo harus ada disana waktu itu? andai lo gak ada disana semuanya gak bakalan kayak gini. Gue masih bisa liat lo ketawa, gue masih bisa liat lo marah marah karena masuk BK, gue masih bisa liat lo pusing mikirin urusan OSIS sampe ketiduran... gue masih bisa liat lo... bujuk gue buat nikahin elo, padahal lo masih SMA. Tapi, gue janji gue bakal nyari cara supaya kita bisa ketemu...supaya, gue bisa nikahin elo sekarang. Gak peduli lo masih SMA yang penting jaga diri lo baik baik, gue bakal nemuin lo dan kita nikah... Gue janji!" *** "Ceritain ke gue apa yang terjadi sama Dewi malam itu!" "Tolong bawa aku ke dalam dunia itu, kita cari Dewi disana, jiwanya dikirim kesana sama musuh keluargaku. Tolong, kamu pasti cewek yang disebutin ramalan ini." "Lu sakit jiwa ya? Mikir dong, Dewi udah meninggal, dan orang meninggal itu ya perginya ke akhirat. Lo malah ngelantur Dewi dikirim ke dunia lain!" "Aku bukan penghuni dunia ini."

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu