We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Waiting an Honesty

Waiting an Honesty

  • WpView
    Reads 320
  • WpVote
    Votes 58
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 11, 2016
WpInfo
Fiction
Romance
Selalu dekat. Selalu bermain bersama. Selalu membuatku nyaman dimanapun berada. Tetapi, dia tak pernah jujur mengenai perasaannya kepadaku. Aku menunggu sebuah penantian. Aku menunggu adanya sebuah kejujuran. Tapi, tak pernah dikatakan dalam mulutnya. Lantas, apa hubunganku? Hubungan yang tidak jelas. Teman dekat? Oh lebih dari itu. Pacar? Sepertinya kelebihan untuk menyebutnya. Dikala hubungan yang tidak jelas, masih banyak pengganggu hubungan aku mau dari teman ataupun orang yang tak ku kenal. Lantas, bagaimana hubungan Hani dengan Kevin? Selalu dekat tetapi tidak adanya kepastian.
All Rights Reserved
#185
abg
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tokoh Utama
  • Cinta Cake
  • Stay With Me
  • We Are One
  • If I Don't Hurt You (END)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • It HURTS
  • Lulus [END]
  • Rahellitha
  • Sahabat atau Pacar [TAMAT]

" Lo ngga lagi berubah ke alter ego Lo yang lain kan ?" Tanya Icha memastikan karena jawaban dari raksa tidak sesuai dengan apa yang ia inginkan. Yang ditanya malah senyum senyum sendiri. "Kumat kan Lo malah kerasukan sekarang, senyum" ngga jelas lagi" "Takut ya lo kalo gue kerasukan bneran?" "Ish seriusan raksa gue nanya beneran" " Lo mau gue jawab seserius apa Cha karena itu emng jawaban gue" "Terus apa hubungannya posisi sama penyakit?" "Ada, klo gue ngasih tau ke bokap tentang penyakit gue ini sama aja kaya gue yang ngambil peran tokoh utama dari Abang gue sendiri" " Abang? Bang reja maksud lo?" "Apaan si sa jawaban Lo ambigu bgt bang reja ga mungkin kali sejahat itu sama Lo nganggep lo rebut kasih sayang bokap Lo" "Iya gue tau bang reja ngga cuman ngga sejahat itu tapi dia juga sayang bgt sama gue, kalo Lo jadi gue emng Lo tega biarin diri Lo sendiri rebut tokoh utama yang seharusnya bukan milik Lo?" " Tokoh utama apaan lagi si sa, kita ini di dunia nyata jadi ya tokoh utama nya ya cuman diri Lo sendiri, gue saranin mending Lo buruan bilang ke bokap Lo tentang penyakit lo itu" Raksa tertegun mendengar perkataan Icha itu " Lo malu yah punya calon pacar penyakitan mental kaya gue?" "Apaan si emng gue mau jadi pacar lo " Jawab Icha sepelan mungkin. " Kalo mungkin Lo nantinya jadi pacar gue sa, gue ga bakalan malu punya pacar seorang raksa yang menurut Lo, Lo adalah manusia penyakit mental karena itu ngga jadi masalah buat gue tapi masalahnya apa iya gue pantes, bersanding sama Lo yang terlalu sempurna buat gue, dan lagipula gue masih ada rasa buat Abang lo sa"batin Icha Tanpa mereka sadari setelah percakapan mereka berhenti disana mereka saling bergumam dalam hati, sambil menikmati sejuknya terpaan angin sore di tepi ladang sawah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines