Story cover for Miss Perfect by RahmiaSz
Miss Perfect
  • WpView
    Membaca 7,672
  • WpVote
    Vote 321
  • WpPart
    Bab 23
  • WpView
    Membaca 7,672
  • WpVote
    Vote 321
  • WpPart
    Bab 23
Bersambung, Awal publikasi Jul 07, 2016
Ketika ia dituntut menjadi seorang siswi dengan atitut sempurna di sekolah, Raya dengan ambisinya mengejar beasiswa Harvard.

Ketika ia dipaksa berhenti bermimpi, Dava seperti tak memilki roh dalam jiwa, putus asa yang teramat sangat.

Ketika mereka diharuskan mengkhianati sahabat sendiri, Dimas dan Zizi memiliki alasan itu.

Ketika ketidakpercayaan, pesimistis juga keraguan menyebar ke tengah-tengah persimpangan jalan mereka.

Satu hal yang membuat Dava memilih bangkit untuk berjuang, satu hal pula yang menyadarkan Raya bahwa gelap yang ia benci ternyata memiliki sejuta pesona dimalam hari.
Satu hal itu..

"Cinta nggak sesederhana itu, melainkan suatu hal yang harus lo beri mati-matian segenap jiwa"  -Randava Aldino-

"Cuma lo yang mandang gue beda! Ya! Mereka salah besar! Gue nggak sesempurna itu. Setidaknya setiap bareng lo, gue ngerasa jadi manusia normal!"  -Sandraya Melodi-
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Miss Perfect ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#108sport
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
GHAVARI  oleh alghisty_
10 bab Bersambung
"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"
Eramnesia oleh zeevadeva__
19 bab Bersambung
"Mereka buta akan kenyataan, mereka bisu akan kebenaran dan mereka tuli akan kejujuran" --note : cerita gak jelas dan konflik ringan-- ***** Geysha Aurelia, siswi nomor satu yang selalu ditakuti oleh semua siswa siswi di SMA Adhyasta. Tatapannya yang tajam dan wajah rupawannya tidak membuat semua orang kagum padanya. Melainkan semuanya takut bahkan enggan untuk berteman dengannya, terlebih Geysha di kenal sebagai Troublemaker sekolah. Geysha dan hukuman bagaikan satu paket yang tak terpisahkan. Sehari-hari ada saja yang Geysha lakukan dan berakhir menerima hukuman dari guru atau ketus osis yang sangat di bencinya, Davesa Giovano Maheswara. Menurut Geysha, sosok Dave di matanya sangat menyebalkan. Dengan sikapnya yang sok bijaksana, sok baik dan suka ngatur itu sangat mengganggunya terlebih Dave lah yang sering memberinya hukuman. Davesa Giovano Maheswara, sosok ketua osis yang disegani oleh seluruh siswa siswi di sekolah. Sikapnya yang bijaksana dan wajahnya yang rupawan berhasil membuatnya menjadi incaran siswi satu sekolah. Walaupun sifatnya yang dingin dan tertutup itu tidak menutup kharismanya yang menarik perhatian. Bagaimana jika keduanya saling terikat satu sama lain? Dave yang diberi perintah oleh kepala sekolah langsung untuk membimbing Geysha belajar agar nilainya semakin bagus di semua mata pelajaran. Tapi tidak hanya itu, kepala sekolah mengusulkan sesuatu yang langsung di tolak keras oleh Geysha. Dan apa yang akan Dave lakukan saat tahu sesuatu yang terjadi antara Geysha dan keluarganya? Juga bagaimana Geysha selama ini hidup dengan mengandalkan dirinya sendiri? Tanpa sadar Dave semakin jauh memasuki kehidupan Geysha yang sangat membuatnya penasaran sekaligus empati dengan nasib Geysha selama ini. Kalau penasaran jangan lupa follow, vote, comment and share ya. Satu vote sama komen dari kalian tuh sangat berharga bagi kami sebagai penulis. So, enjoy to this story! Note : mohon maaf kalau ceritanya agak tidak nyambung-_-
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 10
GHAVARI  cover
I'm Rafkal Not Raskal !! cover
DILEMA CINTA [END] COMPLETED cover
TUBUH GADIS NERD [END] cover
Bad and Good cover
RUMPANG (COMPLETED) cover
TRANSMIGRASI BAKA!! (HIATUS)  cover
Transmigrated as twins cover
Eramnesia cover
ALVASANDRA cover

GHAVARI

10 bab Bersambung

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"