Menahan Diri (Short Story)

Menahan Diri (Short Story)

  • WpView
    Leituras 7,228
  • WpVote
    Votos 224
  • WpPart
    Capítulos 5
WpMetadataReadConcluída sex, jul 8, 2016
[Completed] Hari kelulusan telah diujung mata, masa-masa putih abu-abu akan selesai. Sekolah Seni Rupa menjadi saksi bisu pertemuan Rusyana dan Mika. Dua siswa yang kini sedang menyelesaikan tugas terakhir untuk tutup tahun yaitu membuat sebuah pameran hasil karya seluruh siswa selama tiga tahun ini. Selama bersahabat, satu diantara mereka berdua memiliki rasa yang berbeda. Ya cinta. Yang kini menjadikan Rusyana tertekan akan perasaannya yang mencintai sahabatnya sendiri. Ada perasaan tak enak jika ia sedang bersama Mika. Perasaan yang selalu memaksa keluar untuk mengutarakan apa yang terjadi. Namun, dia hanyalah seorang perempuan yang hanya bisa menunggu, meskipun ia tau itu sakit, tapi Rusyana mengerti bahwa orang yang kini ia sayangi sulit untuk digapai. Pada akhirnya satu pernyataan membuatnya mengerti akan nasib cinta yang selalu ia pelihara. Satu pernyataan yang kini sudah jelas. Satu pernyataan yang kini mampu melukiskan senyum kelegaan di wajahnya. Seandainya semua -kenyataan- bisa kuputar ulang, aku tak akan meninggalkannya, aku akan mencoba menyelesaikannya walaupun kutau jawaban yang akan kudengar....
Todos os Direitos Reservados
#18
refrain
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • CLOSER
  • 𝐀𝐋𝐈𝐕𝐄
  • Mémoire
  • Adiksi
  • Raina
  • Duo Berandal yang Terculik✔
CLOSER

[ON GOING] *Fiksi Remaja [15+] Lebih dekat karena pertemuan. Hadirnya tidak terduga mengisi bagian dari kisah nyata dunia. Aku kira hanya sekedar lewat, ternyata malah semakin mendekat. Entah akan bertahan lama atau hanya sebagai bagian dari cerita hidup saja. _____ Aku hidup dalam kepura-puraan dengan suasana kelabu, bahkan dengan teka teki yang terus membelenggu. Diriku sendiri susah memahaminya apalagi kamu, Kania. Berhentilah karena aku hanya membawa luka tanpa bisa menyembuhkannya. ~Ragil Araga~ Aku sudah terbiasa terluka dan kecewa, jadi tidak perlu membicarakannya. Jangan terlalu mendorongku pergi, karena bisa jadi aku adalah jawaban dari semua teka teki yang sedang membelenggumu kini. ~Kania Sukma~ _____ *Maaf jika cerita ini masih memakai latar dan waktu masa remaja yang duduk di bangku SMA. Sangat membosankan bukan? Tapi cobalah untuk membaca prolognya, siapa tahu sangat penasaran apa yang ada dalam epilognya. Semoga saja berkenan membaca. Terima kasih atas perhatiannya. *I created my story just for fun. If you vote and comment, i'll be very grateful. *Cerita pertama yang aku buat di wattpad. CHECK IT OUT!!!!!

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo