Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]

Sayap-sayap Langit #wattys2016 [Complete]

  • WpView
    Reads 126,675
  • WpVote
    Votes 7,890
  • WpPart
    Parts 44
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 31, 2017
WpInfo
Fiction
Fantasy
Cerita untuk wattys2016. Langit tak pernah meminta dia dilahirkan dengan sepasang sayap di punggungnya. Namun sayapnya berbentuk aneh, sayap sebelah kanan seperti sayap seekor angsa, sayap sebelah kiri seperti sayap seekor kelelawar. Dia selalu mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari teman-teman sepermainannya. Dia terkucilkan dari seluruh penduduk desa. Bahkan ayahnya pun tak mengakuinya. Dia terbuang dan terhinakan. Apakah hanya karena berbeda sehingga setiap orang bebas melakukan apa yang ia mau? Langit pun mulai mencari jati dirinya, hingga ia menemukan kebenaran sejati dari apa kegunaan sepasang sayap yang ada di punggungnya. Cerita ini saya ikutkan di #wattys2016 Saya nggak mau muluk-muluk untuk peringkat berapa. Dapat peringkat #40 saja sudah syukur. Tapi lebih dari itu saya sangat berharap bisa menang dan dapat peringat 1.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CAN'T GET OVER YOU [COMPLETED]
  • Maps
  • Sang Penggoda x Hereditary of Legendary Wings
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Sheina (Terbit)
  • Brokenheart Couple
  • Ratusan Hari Mencari Hati
  • THE OUTSIDERS [END]
  • If I Could Why Not?/END [YoonTaeKook/All BTS]
  • Dongeng Di Penghujung Hari

Ps: Cover's credit to the owner. CAN'T GET OVER YOU Suara desingan angin memekakkan telingaku. Penglihatanku memudar, tubuhku terasa begitu ringan - semakin ringan hingga aku tak mampu merasakan sendiri berat tubuhku. Melayang...dengan cepat. Merasuk dalam putaran angin yang begitu kencang. Ketika aku berhasil kembali merasakan keberadaan tubuhku, justru rasa sakit yang amat sangat melanda. Aku terhempas, begitu keras. Rasa sakit yang pertamakali aku rasakan, tetesan air mata yang pertamakali mengalir di wajahku, dan...pertamakalinya aku merasakan tubuhku terluka; berdarah. Tatapanku berubah menjadi sayu - tak sanggup melihat langit yang kini terlihat begitu jauh di atasku. Langit gelap yang tak lagi menerimaku. Langit yang bahkan tak berbintang. Rembulan terlihat begitu kecil dari sini. Menyedihakan. Tempat yang kuanggap rumah selama ini, melepaskanku. Inikah yang aku inginkan? Aku bisa melihat bulu-bulu dari sayapku bertebaran tak menentu. Aku juga dapat merasakan sayapku menyakitiku. Aku menoleh kearah sayap kananku, terlihat begitu jelek. Patah - tak berbentuk. Apakah aku akan lenyap untuk selamanya? Kesadaranku lambat laun menghilang. Mataku terpejam bersamaan dengan teriakan melengking dari seseorang. Aku tak tahu apa yang akan terjadi. Pertamakalinya aku merasakan lelah - sangat lelah...

More details
WpActionLinkContent Guidelines